alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Terimpit Ekonomi, Ibu Ini Mencuri Elpiji Melon, Diselesaikan Kekeluargaan

WONOMERTO – Gara-gara nyolong tabung elpiji 3 kilogram, seorang ibu asal Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dikeler ke Polsek Wonoasih, Selasa (29/1) siang. Tabung elpiji itu dicurinya dari sebuah warung di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Tepatnya di warung rujak milik Munarya, 50, warga Dusun Dawuhan, RT 2/RW 3, Kelurahan Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto. Pelaku sempat diamankan di Polsek Wonoasih, sebelum kemudian dibawa ke Polsek Wonomerto.

Menurut Wahyuning Santi, 24, putri dari Munarya mengatakan, ibunya baru buka warung dua hari. Selasa, Munarya hendak pulang ke rumahnya untuk mengambil barang.

Lokasi rumah tidak jauh dari warung. Karena itu, warung dibiarkan terbuka tanpa ada satu orang pun yang menjaganya. “Ibu saya mau ambil barang di rumah. Makanya warung ditinggal,” terangnya.

Saat kembali ke warung itulah, Munarya memergoki pelaku tengah membawa tabung elpiji 3 kg miliknya. Tabung itu dibawanya kabur dengan menggunakan sepeda motor matik.

Melihat kejadian itu, spontan Munarya berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan Munarya langsung mengejar motor pelaku. Pelaku pun berhasil ditangkap warga tak jauh dari lokasi pencurian.

Lantaran yang dicuri hanya tabung elpiji, Munarya dan anaknya tidak mau melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian. Namun, kejadian itu sudah didengar petugas Polsek Wonoasih. Petugas bahkan datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

“Sebetulnya kami tidak mau laporan. Sebab, hanya elpiji yang dicuri, kasihan dia (pelaku). Tapi, karena warga ramai lihat, jadi ada anggota (polisi) yang datang. Kan lokasinya bersebelahan dengan Polsek. Pelaku langsung dibawa ke polsek,” terang perempuan satu anak itu.

Bunah, 46, adik Munarya mengaku, tiga pekan sebelumnya juga pernah kehilangan tabung elpiji 3 kg atau elpiji melon. Informasi yang diterimanya, elpiji miliknya juga dicuri pelaku.

“Sekitar tiga minggu lalu, tabung saya hilang. Menurut tetangga yang tahu, pelakunya orang yang sama,” terang Bunah saat dijumpai media ini di warung rujak kakaknya itu.

Terpisah, Kapolsek Wonomerto AKP Sugiyanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pencurian itu diselesaikan secara kekeluargaan. Lebih lagi yang dicuri hanya satu tabung elpiji melon.

“Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi yang dicuri hanya satu tabung elpiji. Pelaku juga mengaku, terpaksa mencuri karena kesulitan ekonomi,” pungkasnya. (rpd/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho