Korban Asusila yang Hamil Putus Sekolah, Ini Kata Dispendik

KRAKSAAN – Maraknya kasus tindak pidana asusila yang mendera pelajar perempuan belakangan ini, memantik respons Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, korban memutuskan berhenti karena malu dengan peristiwa yang menderanya.

Apalagi jika tindak pidana asusila itu membuat para korban hamil. Dispendik pun berupaya bahwa para korban asusila itu tetap akan mendapatkan akses pendidikan.

Setidaknya, mereka bisa mengikuti kejar paket B setelah menyatakan diri siap secara mental.

Hal itu disampaikan Kabid SMP pada Dispendik Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Priyo –sapaan akrabnya– menyadari tidak mudah bagi anak seusia mereka harus menanggung beban berat sebagai korban tindak asusila. Apalagi, jika mereka sampai hamil.

“Kami akan mencari informasi dan mengklarifikasi soal pelajar yang jadi korban pelecehan seksual dan berhenti sekolah. Karena sampai saat ini masih belum diketahui pelajar SMP mana,” katanya.

Priyo menjelaskan, tidak ada larangan bagi korban pemerkosaan yang tengah hamil untuk tetap melanjutkan sekolah. Namun, tentu saja hal itu berkaitan dengan kondisi mental yang bersangkutan.

Karena itu, pihaknya memastikan jika para korban akan tetap dapat akses pendidikan, saat dinyatakan siap oleh keluarga atau yang bersangkutan.

“Jika memang tidak memungkinkan melanjutkan sekolah, kami upayakan untuk bisa mengikuti paket B. Supaya pelajar itu bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi nantinya,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Yang terbaru, seorang paman di wilayah Kecamatan Leces, tega memperkosa keponakannya sendiri.

Korban saat ini masih duduk di bangku kelas III SMP. Akibat perbuatan bejat pelaku, korban kini hamil. Ironisnya, pelaku yang diketahui berinisial AK, 38, merupakan seorang guru ngaji.

Sebelumnya, ada juga RS, 19, remaja asal Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi korban kebiadaban ayah tirinya. Namun, diketahui jika RS tak pernah sekolah. (mas/rf)