alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

12 Bulan Tuntaskan 234 Penyidikan, Narkoba Perkara Paling Menonjol

PASURUAN, Radar Bromo – Perkara pidana umum di Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan mencapai ratusan dalam setahun. Di antaranya ada dua perkara yang cukup menonjol. Yaitu perkara narkotika dan pencurian.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Maryadi Idham Khalid mengatakan, ratusan perkara pidana umum itu masuk dalam kurun waktu Juli 2020 hingga 2021. Jumlahnya, ada sebanyak 234 surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). “Sebanyak 216 perkara yang masuk tahap penuntutan dan selebihnya sudah tuntas,” kata Maryadi.

Lebih lanjut, Maryadi juga menguraikan beberapa perkara yang hingga kini belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Itu karena adanya perkara yang dibawa ke tingkat peradilan lebih tinggi melalui upaya hukum. Perkara yang diajukan upaya banding saja ada 20 perkara. Sedangkan perkara yang sampai tingkat kasasi sebanyak 12 perkara.

“Dan perkara yang tahapannya masih di tingkat peninjauan kembali ada 1 perkara,” beber Maryadi.

Menurutnya, perkara pidana umum yang ditangani selama ini cukup beragam. Mulai dari perkara perjudian, kepemilikan senjata tajam, penipuan dan penggelapan, perlindungan anak, ITE hingga pembunuhan. Di antara seluruh perkara tersebut, ada dua yang paling menonjol.

“Jenis tindak pidana yang paling banyak yaitu perkara narkotika sejumlah 86 perkara kemudian perkara pencurian sejumlah 35 perkara,” ungkap Maryadi.

Di samping itu, dalam setahun terakhir kejaksaan juga menyelesaikan 5.520 perkara pelanggaran lalu lintas. Sedangkan untuk tindak pidana ringan, totalnya ada 11 perkara. Rinciannya terkait peredaran minuman beralkohol sejumlah 9 perkara dan sejumlah 2 perkara anak jalanan atau pengamen.

“Kalau perkara tindak pidana ringan selama Operasi Yustisi PPKM Darurat yang dilaksanakan tanggal 12 sampai 15 Juli 2021 ada sebanyak 180 pelanggar,” jelasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Perkara pidana umum di Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan mencapai ratusan dalam setahun. Di antaranya ada dua perkara yang cukup menonjol. Yaitu perkara narkotika dan pencurian.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Maryadi Idham Khalid mengatakan, ratusan perkara pidana umum itu masuk dalam kurun waktu Juli 2020 hingga 2021. Jumlahnya, ada sebanyak 234 surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). “Sebanyak 216 perkara yang masuk tahap penuntutan dan selebihnya sudah tuntas,” kata Maryadi.

Lebih lanjut, Maryadi juga menguraikan beberapa perkara yang hingga kini belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Itu karena adanya perkara yang dibawa ke tingkat peradilan lebih tinggi melalui upaya hukum. Perkara yang diajukan upaya banding saja ada 20 perkara. Sedangkan perkara yang sampai tingkat kasasi sebanyak 12 perkara.

“Dan perkara yang tahapannya masih di tingkat peninjauan kembali ada 1 perkara,” beber Maryadi.

Menurutnya, perkara pidana umum yang ditangani selama ini cukup beragam. Mulai dari perkara perjudian, kepemilikan senjata tajam, penipuan dan penggelapan, perlindungan anak, ITE hingga pembunuhan. Di antara seluruh perkara tersebut, ada dua yang paling menonjol.

“Jenis tindak pidana yang paling banyak yaitu perkara narkotika sejumlah 86 perkara kemudian perkara pencurian sejumlah 35 perkara,” ungkap Maryadi.

Di samping itu, dalam setahun terakhir kejaksaan juga menyelesaikan 5.520 perkara pelanggaran lalu lintas. Sedangkan untuk tindak pidana ringan, totalnya ada 11 perkara. Rinciannya terkait peredaran minuman beralkohol sejumlah 9 perkara dan sejumlah 2 perkara anak jalanan atau pengamen.

“Kalau perkara tindak pidana ringan selama Operasi Yustisi PPKM Darurat yang dilaksanakan tanggal 12 sampai 15 Juli 2021 ada sebanyak 180 pelanggar,” jelasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/