alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Kasus Aborsi, Bripda Randy Divonis Ringan: 2 Tahun Penjara

MOJOKERTO, Radar Bromo-Kasus aborsi yang menjerat mantan anggota Polres Pasuruan Bripda Randy Bagus Hari Sasongko mencapai klimaks. Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memvonis Bripda Randy dengan hukuman penjara selama 2 tahun, Kamis (28/4).

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Mojokerto yakni penjara 3,5 tahun. Termasuk dari ancaman maksimal pasal yang didakwakan.

Polisi nonaktif itu dinilai terbukti ikut serta dalam menggugurkan kandungan Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun di atas makam ayahnya, awal Desember lalu.

’’Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko dengan pidana penjara selama 2 tahun,’’ kata Ketua Majelis Hakim Sunoto, SH, membacakan putusan.

Kasus Aborsi, Randy Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Dalam sidang yang digelar di ruang Candra ini, majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. ’’Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,’’ tandasnya.

Hakim menegaskan, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa Randy ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan sebagaiamana dakwaan kesatu penuntut umum. Diatur dan diancam pidana dalam pasal 348 ayat 1KUHP.

Hanya saja, vonis hakim ini lebih ringan 1,5 tahun dari tuntutan JPU. Saat sidang pembacaan tuntutan, Bripda Randy dituntut JPU hukuman 3,5 tahun penjara. Tak sekedar itu, meski diyakini terbukti bersalah sesuai pasal 348 KUHP, vonis hakim yang dijatuhkan terhadap terdakwa juga jauh di bawah ancaman hukuman maksimal selama 5 tahun 6 bulan penjara.

MOJOKERTO, Radar Bromo-Kasus aborsi yang menjerat mantan anggota Polres Pasuruan Bripda Randy Bagus Hari Sasongko mencapai klimaks. Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memvonis Bripda Randy dengan hukuman penjara selama 2 tahun, Kamis (28/4).

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Mojokerto yakni penjara 3,5 tahun. Termasuk dari ancaman maksimal pasal yang didakwakan.

Polisi nonaktif itu dinilai terbukti ikut serta dalam menggugurkan kandungan Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun di atas makam ayahnya, awal Desember lalu.

’’Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko dengan pidana penjara selama 2 tahun,’’ kata Ketua Majelis Hakim Sunoto, SH, membacakan putusan.

Kasus Aborsi, Randy Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Dalam sidang yang digelar di ruang Candra ini, majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. ’’Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,’’ tandasnya.

Hakim menegaskan, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa Randy ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan sebagaiamana dakwaan kesatu penuntut umum. Diatur dan diancam pidana dalam pasal 348 ayat 1KUHP.

Hanya saja, vonis hakim ini lebih ringan 1,5 tahun dari tuntutan JPU. Saat sidang pembacaan tuntutan, Bripda Randy dituntut JPU hukuman 3,5 tahun penjara. Tak sekedar itu, meski diyakini terbukti bersalah sesuai pasal 348 KUHP, vonis hakim yang dijatuhkan terhadap terdakwa juga jauh di bawah ancaman hukuman maksimal selama 5 tahun 6 bulan penjara.

MOST READ

BERITA TERBARU

/