alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

2 Hari, 2 Motor Dicuri saat Parkir di Masjid Baitul Anwar Gading

GADING, Radar Bromo – Masjid Baitul Anwar di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Proboinggo, juga tidak lepas dari sasaran pencurian sepeda motor (curanmor). Selama dua hari, dua motor hilang di masjid tersebut.

Curanmor itu terjadi pada Minggu-Senin (26-27/10) di masjid yang berlokasi di RT 1/ RW 1 di Desa Sentul. Kholilur Rahman, 28, salah satu takmir masjid mengatakan, pencurian pertama terjadi Minggu (26/10), sekitar pukul 14.00. Pencuri berhasil membawa kabur motor Honda Supra X milik seorang walisanti yang diparkir di dalam halaman masjid.

“Masjid ini milik pesantren. Saat kejadian ada walisantri asal Desa Dandang, Kecamatan Besuk yang sedang mengirim anaknya. Motor diparkir di halaman masjid. Saat akan pulang, ternyata motonya sudah hilang,” ujarnya Selasa (27/10).

Ile sapaan akrabnya menjelaskan, di waktu yang sama, sebuah motor Honda Supra Fit Nopol L 3868 ZV milik seorang pencari rumput juga hendak dicuri. Namun, tidak berhasil. Motor itu diparkir di luar masjid.

Motor milik pencari rumput itu rusak bagian kunci motornya. Namun, motor tetap di lokasi parkir.

“Kami menduga, awalnya pencuri tersebut mau mencuri motor yang di luar masjid. Mungkin karena tidak berhasil, kemudian ganti mencuri motor di dalam masjid,” ujarnya.

Sementara itu, curanmor kedua terjadi Senin (26/10), pukul 17.23. Korbannya seorang perangkat Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading yang sedang salat magrib berjamaah di masjid itu. Saat hendak pulang, diketahui motor Supra X 125 milik perangkat desa itu hilang.

“Kalau dari keterangan beberapa santri, saat dua kejadian ini ada orang dengan postur tubuh agak gemuk masuk ke areal masjid. Dugaannya itu pelakunya. Jadi ada dugaan dua pencurian ini dilakukan oleh orang yang sama,” ujarnya.

Ile menambahkan, sejak Pandemi Covid-19 kondisi masjid memang sering sepi. Ditambah lagi lembaga pendidikan formal di pesantren juga libur dan akan segera melaksanakan pulangan.

“Saat kejadian memang sepi. Tragedi pencurian motor ini sudah lima kali di sini. Maka dari itu kami selaku takmir berinisiasi untuk memasang CCTV. Harapannya agar areal masjid dan pesantren aman. Sehingga tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gading Bripka Ali Yunus mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan atas pencurian itu. Namun, hanya satu orang yang melapor. Yaitu, perangkat Desa Gading Wetan. Saat itu juga menurutnya, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sayangnya, Bripka Ali enggan membebar identitas korban. Sementara takmir masjid, Ile mengaku tidak mencatat nama korban yang kehilangan motor di Masjid Baitul Anwar.

“Laporan sudah masuk dari Warga Desa Gading Wetan. Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut,” ujar Bripka Ali. (mu/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU