alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Jenguk Anak, Buron Pencuri Pikap asal Sapulante Pasrepan Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Pelarian Sunarso, warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan dari kejaran polisi, akhirnya terhenti. Tersangka kasus pencurian pikap ini berhasil ditangkap, setelah sempat buron sejak dua tahun silam.

Lelaki 41 tahun itu dibekuk anggota Satreskrim Polres Pasuruan, Jumat (20/9) dini hari. Ketika itu, Sunarso tengah menjenguk anaknya yang sedang opname di Puskesmas Nongkojajar-Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Kanitbuser Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, tersangka ditangkap di Puskesmas Nongkojajar sekitar pukul 01.00.

Penangkapan tersebut berawal dari aksi pencurian pikap yang dilakukannya, 13 Agustus 2017. Ia tidak sendirian, karena bersama dua rekannya yang ditangkap duluan. Mereka adalah Khodir dan Samsul. “Ketiganya menggarong mobil pikap korban saat berada di penampungan susu,” sampainya.

Korban pelaku pencurian pikap itu adalah H. Hermanto Susilo, 50, warga Desa/Kecamatan Tutur. Ketika itu, mobil pikap nopol N 8723 TD tersebut diparkir di halaman penampungan susu di wilayah Desa/Kecamatan Tutur.

“Ketiga tersangka datang mengendarai motor Yamaha Jupiter berboncengan tiga. Mereka kemudian mendekati mobil korban dan mengambilnya,” tambahnya.

Para pelaku mengambil mobil korban dengan terlebih dahulu merusak kunci gembok pagar. Selanjutnya, Khodir dan Sunarso masuk halaman untuk merusak pintu mobil dan kontak mobil. “Mereka berbagi peran. Usai menyalakan mobil, mereka kabur,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, korban merugi hingga Rp 154 juta. Atas kerugian itulah, korban memilih untuk melaporkan kasus pencurian yang dialaminya ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian memburu para pelakunya.

Mulanya, Khodir berhasil ditangkap. Disusul kemudian rekannya, Samsul. Dari merekalah muncul nama Sunarso yang akhirnya juga ditangkap.

Sunarso ditangkap di puskesmas saat tengah menjenguk anaknya yang sedang sakit. “Anaknya opname. Ia kemudian menjenguk. Kami memperoleh informasi dari warga, langsung menuju lokasi untuk kemudian menangkapnya,” pungkas dia.

Karena ulahnya itu, tersangka dianggap melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pelarian Sunarso, warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan dari kejaran polisi, akhirnya terhenti. Tersangka kasus pencurian pikap ini berhasil ditangkap, setelah sempat buron sejak dua tahun silam.

Lelaki 41 tahun itu dibekuk anggota Satreskrim Polres Pasuruan, Jumat (20/9) dini hari. Ketika itu, Sunarso tengah menjenguk anaknya yang sedang opname di Puskesmas Nongkojajar-Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Kanitbuser Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, tersangka ditangkap di Puskesmas Nongkojajar sekitar pukul 01.00.

Penangkapan tersebut berawal dari aksi pencurian pikap yang dilakukannya, 13 Agustus 2017. Ia tidak sendirian, karena bersama dua rekannya yang ditangkap duluan. Mereka adalah Khodir dan Samsul. “Ketiganya menggarong mobil pikap korban saat berada di penampungan susu,” sampainya.

Korban pelaku pencurian pikap itu adalah H. Hermanto Susilo, 50, warga Desa/Kecamatan Tutur. Ketika itu, mobil pikap nopol N 8723 TD tersebut diparkir di halaman penampungan susu di wilayah Desa/Kecamatan Tutur.

“Ketiga tersangka datang mengendarai motor Yamaha Jupiter berboncengan tiga. Mereka kemudian mendekati mobil korban dan mengambilnya,” tambahnya.

Para pelaku mengambil mobil korban dengan terlebih dahulu merusak kunci gembok pagar. Selanjutnya, Khodir dan Sunarso masuk halaman untuk merusak pintu mobil dan kontak mobil. “Mereka berbagi peran. Usai menyalakan mobil, mereka kabur,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, korban merugi hingga Rp 154 juta. Atas kerugian itulah, korban memilih untuk melaporkan kasus pencurian yang dialaminya ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian memburu para pelakunya.

Mulanya, Khodir berhasil ditangkap. Disusul kemudian rekannya, Samsul. Dari merekalah muncul nama Sunarso yang akhirnya juga ditangkap.

Sunarso ditangkap di puskesmas saat tengah menjenguk anaknya yang sedang sakit. “Anaknya opname. Ia kemudian menjenguk. Kami memperoleh informasi dari warga, langsung menuju lokasi untuk kemudian menangkapnya,” pungkas dia.

Karena ulahnya itu, tersangka dianggap melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/