alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Cabut Laporan, Kasus Penghinaan Pengusaha di WA Dihentikan

BANGIL, Radar Bromo – Kasus dugaan penghinaan terhadap pengusaha kavling, Muslimin, warga Masangan, Kecamatan Bangil, tak akan sampai ke pengadilan. Pasalnya, pihak pelapor Muslimin memilih untuk mencabut perkara yang dilaporkannya.

“Pelapor memilih untuk mencabut laporannya. Sehingga, secara otomatis kami tidak bisa melanjutkan perkaranya,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Pencabutan laporan itu dilakukan Rabu (26/8). Adrian menguraikan, kasus dugaan penghinaan di facebook tersebut merupakan delik aduan. Sehingga, petugas kepolisian melakukan pengusutan berdasarkan laporan.

Di sisi lain, Muslimin, pelapor kasus dugaan penghinaan dirinya di facebook mengungkapkan, sengaja melakukan pencabutan laporannya terhadap RY alias Rayhan. Dasar pencabutan itu, lantaran ada iktikad baik dari RY untuk meminta maaf.

Pihak RY pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Ada iktikad baik dari pihak Rayhan (RY, Red). Ia pun berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Makanya, kami memilih untuk mencabut laporan itu,” jelas dia.

Sementara itu, RY alias Rayhan yang didampingi kuasa hukumnya, Abdul Malik menguraikan, jika sebenarnya tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan. Hanya ada kesalahpahaman, sehingga berakhir pada laporan ke kepolisian.

“Tapi, kami sudah berusaha untuk menyelesaikan. Dan Alhamdulillah, pihak pelapor (Muslimin, red) menyambut baik kami,” tutur dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, chat yang dilakukan RY di salah satu grub WA membuat Muslimin meradang. Pengusaha kavling itu merasa dirinya dihina lantaran disebut-sebut memiliki otak kotor.

Persoalan itu, bermula dari brosur tanah kavling milik RY. Di dalam brosur itu, ada tanah milik Muslimin yang diklaim merupakan fasum milik pemerintah desa. Dari klaim itu, akhirnya berujung sindirian dari RY di-grub WA-nya. Hingga akhirnya, sindiran itu diketahui Muslimin, yang membuatnya sempat merasa panas.

Ujungnya, ia melaporkan ke polisi. Namun akhirnya, persoalan ini diselesaikan dengan perdamaian. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Kasus dugaan penghinaan terhadap pengusaha kavling, Muslimin, warga Masangan, Kecamatan Bangil, tak akan sampai ke pengadilan. Pasalnya, pihak pelapor Muslimin memilih untuk mencabut perkara yang dilaporkannya.

“Pelapor memilih untuk mencabut laporannya. Sehingga, secara otomatis kami tidak bisa melanjutkan perkaranya,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Pencabutan laporan itu dilakukan Rabu (26/8). Adrian menguraikan, kasus dugaan penghinaan di facebook tersebut merupakan delik aduan. Sehingga, petugas kepolisian melakukan pengusutan berdasarkan laporan.

Di sisi lain, Muslimin, pelapor kasus dugaan penghinaan dirinya di facebook mengungkapkan, sengaja melakukan pencabutan laporannya terhadap RY alias Rayhan. Dasar pencabutan itu, lantaran ada iktikad baik dari RY untuk meminta maaf.

Pihak RY pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Ada iktikad baik dari pihak Rayhan (RY, Red). Ia pun berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Makanya, kami memilih untuk mencabut laporan itu,” jelas dia.

Sementara itu, RY alias Rayhan yang didampingi kuasa hukumnya, Abdul Malik menguraikan, jika sebenarnya tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan. Hanya ada kesalahpahaman, sehingga berakhir pada laporan ke kepolisian.

“Tapi, kami sudah berusaha untuk menyelesaikan. Dan Alhamdulillah, pihak pelapor (Muslimin, red) menyambut baik kami,” tutur dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, chat yang dilakukan RY di salah satu grub WA membuat Muslimin meradang. Pengusaha kavling itu merasa dirinya dihina lantaran disebut-sebut memiliki otak kotor.

Persoalan itu, bermula dari brosur tanah kavling milik RY. Di dalam brosur itu, ada tanah milik Muslimin yang diklaim merupakan fasum milik pemerintah desa. Dari klaim itu, akhirnya berujung sindirian dari RY di-grub WA-nya. Hingga akhirnya, sindiran itu diketahui Muslimin, yang membuatnya sempat merasa panas.

Ujungnya, ia melaporkan ke polisi. Namun akhirnya, persoalan ini diselesaikan dengan perdamaian. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/