alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Motor Dicuri di Alun-alun Probolinggo, Warga Jangur Takut Pulang

MAYANGAN, Radar Bromo Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, semakin panjang. Maling pun semakin tak kenal tempat. Mulai dari rumah, tempat parkir, sampai masjid jadi incaran. Sabtu (25/6) malam, kawanan maling beraksi di Alun-alun Kota Probolinggo.

Korbannya, Suciami, 25, warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, karena motornya hilang, korban sampai tak berani pulang. Takut dimarahi orang tuanya. Korban juga enggan melapor ke kepolisian. Alasannya, tak yakin ketemu dan khawatir makin ribet.

Suci mengaku, pada malam Minggu itu, bersama dengan suami, anak, dan keponakannya bermain di Alun-alun Kota Probolinggo. Karena saat itu tempat parkir penuh, sepeda motornya diparkir di sisi utara bagian timur alun-alun.

“Di sana memang tidak ada petugas parkir. Soalnya yang ada petugas parkirnya penuh semua. Makanya saya parkir di sana,” ujarnya, Senin (27/6).

Usai bermain, korban bersama keluarganya hendak pulang. Namun, Honda Beat warna merah-putih bernopol N 2974 SL itu telah raib. “Saya cari-cari dan tanya ke pedagang, gak ada yang tahu. Termasuk gak ada CCTV-nya,” katanya.

Kemalingan, korban tidak berani pulang. Takut dimarahi orang tuanya. Ia pun pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. “Saat itu saya tidak berani pulang. Ini baru saja sampai rumah. Saya dikuatkan oleh mertua. Akhirnya, saya pulang,” katanya.

Soal kerugian, Suci mengaku tidak paham betul. Namun, dulu motornya dibeli dengan harga Rp 14 juta. “Itu motor satu-satunya. Dibuat kerja oleh suami. Sekarang tidak ada lagi. Suami juga belum masuk kerja, karena tidak ada motor,” keluhnya.

MAYANGAN, Radar Bromo Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, semakin panjang. Maling pun semakin tak kenal tempat. Mulai dari rumah, tempat parkir, sampai masjid jadi incaran. Sabtu (25/6) malam, kawanan maling beraksi di Alun-alun Kota Probolinggo.

Korbannya, Suciami, 25, warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, karena motornya hilang, korban sampai tak berani pulang. Takut dimarahi orang tuanya. Korban juga enggan melapor ke kepolisian. Alasannya, tak yakin ketemu dan khawatir makin ribet.

Suci mengaku, pada malam Minggu itu, bersama dengan suami, anak, dan keponakannya bermain di Alun-alun Kota Probolinggo. Karena saat itu tempat parkir penuh, sepeda motornya diparkir di sisi utara bagian timur alun-alun.

“Di sana memang tidak ada petugas parkir. Soalnya yang ada petugas parkirnya penuh semua. Makanya saya parkir di sana,” ujarnya, Senin (27/6).

Usai bermain, korban bersama keluarganya hendak pulang. Namun, Honda Beat warna merah-putih bernopol N 2974 SL itu telah raib. “Saya cari-cari dan tanya ke pedagang, gak ada yang tahu. Termasuk gak ada CCTV-nya,” katanya.

Kemalingan, korban tidak berani pulang. Takut dimarahi orang tuanya. Ia pun pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. “Saat itu saya tidak berani pulang. Ini baru saja sampai rumah. Saya dikuatkan oleh mertua. Akhirnya, saya pulang,” katanya.

Soal kerugian, Suci mengaku tidak paham betul. Namun, dulu motornya dibeli dengan harga Rp 14 juta. “Itu motor satu-satunya. Dibuat kerja oleh suami. Sekarang tidak ada lagi. Suami juga belum masuk kerja, karena tidak ada motor,” keluhnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/