Gagal Curi Motor, Dua Pemuda Besuk Malah Dibekuk Polisi

BESUK, Radar Bromo – Polsek Besuk mengamankan dua pemuda asal Kecamatan Besuk. Keduanya diamankan setelah membawa kabur sepeda motor Honda Vario milik korban yang hendak bercukur di Desa Bago. Kini keduanya mendekam di sel tahanan Mapolsek Besuk.

Kedua pemuda itu adalah Zainal alias Sei, 37, warga Dusun Krajan blok Masjid, Desa Sindetanyar dan Mohamad Ibrahim, 24 tahun, warga Dusun Gedangan, Desa Besuk Kidul. Keduanya berusaha membawa lari motor Honda Vario Nopol N 4795 PX milik Farika Hardiansyah, 19, warga Dusun Talang, Desa Jambangan, Kecamatan Besuk.

“Mereka kami amankan setelah korban dan saksi melaporkan ke kami. Satu jam dari kejadian, kami berhasil mengamankan tersangka dan barang buktinya, tanpa perlawanan. Pelaku mengakui perbuatannya. Kejadiannya Kamis (26/3) sore,” kata Kapolsek Besuk AKP Agus R Wijaya, Jumat (27/3).

Kapolsek Besuk memaparkan, aksi kriminal itu bermula ketika Farika dan Sadid berboncengan pergi ke salon rambut Bramo di Desa Bago, Kecamatan Besuk. Di depan salon, motor itu diparkir dan dikunci setir.

Tidak berselang lama, pelaku Mohamad Ibrahim terlihat datang menuju tempat parkir sepada motor milik korban. Dia lalu merusak kunci setir. Aksi tersebut terlihat oleh Sadid yang berada di dalam salon. Korban dan saksi lantas bergegas keluar, kemudian mereka berdua berteriak maling.

Sementara pelaku yang aksinya diketahui langsung melarikan diri meninggalkan motor incaran yang telah dirusak kunci setirnya. Mohamad Ibrahim menuju ke Zainal yang sudah menunggu di atas motor yang berada di sebelah utara tempat parkir. Lantas melarikan diri ke arah barat.

“Mohammad Ibrahim yang membawa dan mengeksekusi dengan menggunakan kunci T,” ujar Kapolsek.

Korban bersama saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Besuk. Berdasarkan ciri-ciri yang diceritakan saksi dan korban, polisi kemudian bergerak mencari pelaku. Sekitar 1 jam dari laporan itu, kedua pelaku berhasil dibekuk beserta barang bukti berupa kunci T dan motor yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

“Pihak kami sedang melakukan pengembangan. Sebab, ada beberapa TKP di Kraksaan dan Paiton yang diduga keduanya juga pernah beraksi,” ujar AKP Agus. (mg1/fun)