alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Hadir si Raja Begal Pelempar Bondet ke Polisi Dijerat Empat Pasal

PASURUAN, Radar Bromo- Buronan kasus pencurian, Hadir, 37, terancam bakal lama tinggal di penjara. Penyidik menyangkanya telah melanggar empat pasal. Termasuk pasal dalam undang-undang darurat dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti mengatakan, perbuatan tersangka sudah banyak memakan korban. Bahkan, ia terjun dalam dunia kejahatan sejak 2015. “Pelaku sudah lama. Alhamdulillah kami berhasil menangkapnya,” ujarnya.

Kini, Hadir disangka melanggar pasar berlapis. Ada empat pasal yang dikenakan. Pertama pasal 365 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Kemudian, pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. “Dua pasal ini merupakan pasal untuk tindak pidana pencurian,” jelasnya.

Penyidik juga menyangka Hadir melanggar pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12/1951. Pasal ini dikenakan karena saat penangkapan ditemukan beberapa senjata tajam. Dengan pasal ini, tersangka terancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

BANYAK TKP: Hadir (baju tahanan) saat dirilis di Polres Pasuruan Kota. (FOto: M Rosyidi/Jwa Pos Radar Bromo)

Terakhir adalah pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan. Pasal ini dijatuhkan karena tersangka telah melukai anggota polisi saat hendak menangkapnya. Ada empat anggota yang terluka, termasuk Bima. “Penganiayaan ini dilakukan pelaku terhadap petugas,” ujarnya.

Diketahui, Senin (24/1), Hadir, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ditangkap polisi. Namun, tak mudah untuk menangkap tersangka yang pernah melakukan kejahatan di 150 lokasi itu. Tersangka yang terkepung, melempar bondet ke arah petugas. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo- Buronan kasus pencurian, Hadir, 37, terancam bakal lama tinggal di penjara. Penyidik menyangkanya telah melanggar empat pasal. Termasuk pasal dalam undang-undang darurat dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti mengatakan, perbuatan tersangka sudah banyak memakan korban. Bahkan, ia terjun dalam dunia kejahatan sejak 2015. “Pelaku sudah lama. Alhamdulillah kami berhasil menangkapnya,” ujarnya.

Kini, Hadir disangka melanggar pasar berlapis. Ada empat pasal yang dikenakan. Pertama pasal 365 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Kemudian, pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. “Dua pasal ini merupakan pasal untuk tindak pidana pencurian,” jelasnya.

Penyidik juga menyangka Hadir melanggar pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12/1951. Pasal ini dikenakan karena saat penangkapan ditemukan beberapa senjata tajam. Dengan pasal ini, tersangka terancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

BANYAK TKP: Hadir (baju tahanan) saat dirilis di Polres Pasuruan Kota. (FOto: M Rosyidi/Jwa Pos Radar Bromo)

Terakhir adalah pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan. Pasal ini dijatuhkan karena tersangka telah melukai anggota polisi saat hendak menangkapnya. Ada empat anggota yang terluka, termasuk Bima. “Penganiayaan ini dilakukan pelaku terhadap petugas,” ujarnya.

Diketahui, Senin (24/1), Hadir, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ditangkap polisi. Namun, tak mudah untuk menangkap tersangka yang pernah melakukan kejahatan di 150 lokasi itu. Tersangka yang terkepung, melempar bondet ke arah petugas. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/