Edarkan Sabu, Residivis Curwan asal Jrebeng Kulon Dibekuk

WONOASIH, Radar Bromo – Seorang residivis kasus pencurian hewan, Sahar, 42 harus kembali berurusan dengan polisi. Kali ini, warga Jl Musi, RT 2/RW 4, Kelurahan Jerebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo dibekuk Unit Reskrim Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, karena kasus sabu-sabu.

Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini mengatakan, Senin (20/1) pihaknya mendapatkan informasi jika di Jalan Musi ada transaksi sabu. “Orang (Sahar) yang diduga sebagai pengedar pendatang yang ikut istrinya. Dia juga tidak setiap hari di rumah,” ujarnya.

Setelah dua hari anggota Polsek menyelidikinya, Rabu (22/1) sekitar pukul 16.00, mereka menangkap Sahar. Dari rumah tersangka, penyidik menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, ada 3 paket sabu-sabu seberat 1,5 gram; 0,48 gram; dan 0,38 gram.

Ada juga dua korek api, alat hisap sabu, timbangan kecil, celurit, dan pisau. Serta, satu pak plastik klip kecil. “Pisau dan celurit itu berada di bawah bantalnya. Kami amankan dia pada saat sedang tidur,” ujar Kuzaini.

Dari hasil pemeriksaan petugas, Sahar mengaku sabu-sabu yang dimiliki untuk dipakai sendiri. Namun, jika ada temannya yang ingin membeli, pihaknya juga menyediakan. “Saya pakai sendiri. Tapi, kadang ada teman yang mau matung, jadi saya kasih. Per gram Rp 1,2 juta,” ujar Sahar di depan awak media.

Menurut Kuzaini, Sahar pernah terlibat kasus pencurian hewan dan pernah dipenjara. Kepada penyidik, Sahar mengaku mendapatkan barang dari temannya dengan sistem ranjau.

Akibat perbuatannya, Sahar disangka melanggar pasal 114 ayat (1) subsider 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Dengan pasal ini, dia terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar. (rpd/rud)