alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Sapi Warga Kedungsupit Dimaling, Enggan Lapor Polisi

WONOMERTO, Radar Bromo – Tak hanya kawanan maling motor, maling sapi juga terus meneror warga Probolinggo. Selasa (26/10), kawanan pencuri sapi beraksi di Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 02.00, mereka menggodol seekor sapi betina milik warga setempat, Asin, 37. Sampai Selasa sore, sapi itu belum ditemukan. Meski mengaku rugi sekitar Rp 17 juta, Asin enggan melapor ke kepolisian.

“Tidak laporan (ke kepolisian) memang, tapi sudah ke perangkat,” ujar Asin, ketika ditemui di rumahnya kemarin siang. Namun, bapak dua anak ini tak menjelaskan kenapa enggan melapor ke aparat penegak hukum.

Asin mengatakan, Senin (25/10), sekitar pukul 24.00, sapinya masih ada di kandangnya. Di kandang yang menjadi satu dengan dapur itu terdapat tiga ekor sapi. Meliputi sepasang sapi (betina dan jantan) dan satu masih kecil.

Tak seperti biasanya, malam itu Asin mengaku, terasa sangat mengantuk. Karenanya, ia tidur lebih awal. “Biasanya melek’an, Subuh baru tidur. Tapi, malam itu ngantuk, jadi sekitar jam dua belas (24.00) saya tidur,” ujarnya.

Sekitar pukul 02.00, korban terbangun. Ada perasaan tidak nyaman di hatinya. Ia pun bangun dan mengecek sapinya di kandang. Ternyata, seekor sapi betina miliknya raib. Ia juga melihat pintu kandang bagian belakang terbuka.

“Sempat saya cari jejaknya. Arahnya ke Jembatan Bintaos. Dari sana sudah tidak ada. Diduga (sapi) sudah dimuat kendaraan. Sebab, juga ada bekas kendaraan roda empat,” ujar Asin.

WONOMERTO, Radar Bromo – Tak hanya kawanan maling motor, maling sapi juga terus meneror warga Probolinggo. Selasa (26/10), kawanan pencuri sapi beraksi di Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 02.00, mereka menggodol seekor sapi betina milik warga setempat, Asin, 37. Sampai Selasa sore, sapi itu belum ditemukan. Meski mengaku rugi sekitar Rp 17 juta, Asin enggan melapor ke kepolisian.

“Tidak laporan (ke kepolisian) memang, tapi sudah ke perangkat,” ujar Asin, ketika ditemui di rumahnya kemarin siang. Namun, bapak dua anak ini tak menjelaskan kenapa enggan melapor ke aparat penegak hukum.

Asin mengatakan, Senin (25/10), sekitar pukul 24.00, sapinya masih ada di kandangnya. Di kandang yang menjadi satu dengan dapur itu terdapat tiga ekor sapi. Meliputi sepasang sapi (betina dan jantan) dan satu masih kecil.

Tak seperti biasanya, malam itu Asin mengaku, terasa sangat mengantuk. Karenanya, ia tidur lebih awal. “Biasanya melek’an, Subuh baru tidur. Tapi, malam itu ngantuk, jadi sekitar jam dua belas (24.00) saya tidur,” ujarnya.

Sekitar pukul 02.00, korban terbangun. Ada perasaan tidak nyaman di hatinya. Ia pun bangun dan mengecek sapinya di kandang. Ternyata, seekor sapi betina miliknya raib. Ia juga melihat pintu kandang bagian belakang terbuka.

“Sempat saya cari jejaknya. Arahnya ke Jembatan Bintaos. Dari sana sudah tidak ada. Diduga (sapi) sudah dimuat kendaraan. Sebab, juga ada bekas kendaraan roda empat,” ujar Asin.

MOST READ

BERITA TERBARU

/