alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Gondol Sarung, Dua Karyawan Diringkus

BANGIL – Gara-gara mencuri sarung, dua warga Kabupaten Pasuruan diamankan polisi. Namun, sarung yang mereka gondol bukan hanya selembar, melainkan tujuh kodi. Dua pencuri itu berhasil dibekuk setelah polisi menangkap penadahnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengatakan, tersangka pencuri sarung itu diketahui bernama Basori, 40, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Bahrul Ulum, 48, warga Desa Nogosari, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Mereka mencuri pada Oktober 2017. Keduanya menyatroni gudang milik bosnya, Suhud Budi Yanto, 48, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. “Tersangka Basori memanjat pagar untuk masuk ke gudang di depan rumah korban. Sementara tersangka Ulum memantau situasi,” ujar Busan -sapaan Budi Santoso.

Dari gudang itu, tersangka menggondol tujuh kodi sarung. Kemudian, mereka membawanya menggunakan sepeda motor Honda Beat. Dari tujuh kodi sarung itu, 19 buah dijual Basori kepada Suparto, 59, warga Candi Wates, Kecamatan Prigen, seharga Rp 400 ribu.

Sebanyak 22 buah dijual kepada warga Probolinggo, berinisial S, seharga Rp 525 ribu dan sisanya dijual kepada warga Gempol berinisial SU seharga Rp 1,7 juta. Dari hasil kejahatan itu, Basori mendapat bagian Rp 2,3 juta dan sisanya untuk Ulum. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta,” ujar Busan.

Tak terima, korban melapor ke polisi. Kedok para tersangka terbongkar setelah polisi menangkap penadahnya, Suparto, Kamis 23 Juli 2018. “Dari penangkapan Suparto itulah kedua tersangka juga ditangkap,” ujarnya.

Karena perbuatannya, Basori dan Ulum dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan, Suparto dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara. (one/fun)

BANGIL – Gara-gara mencuri sarung, dua warga Kabupaten Pasuruan diamankan polisi. Namun, sarung yang mereka gondol bukan hanya selembar, melainkan tujuh kodi. Dua pencuri itu berhasil dibekuk setelah polisi menangkap penadahnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengatakan, tersangka pencuri sarung itu diketahui bernama Basori, 40, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Bahrul Ulum, 48, warga Desa Nogosari, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Mereka mencuri pada Oktober 2017. Keduanya menyatroni gudang milik bosnya, Suhud Budi Yanto, 48, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. “Tersangka Basori memanjat pagar untuk masuk ke gudang di depan rumah korban. Sementara tersangka Ulum memantau situasi,” ujar Busan -sapaan Budi Santoso.

Dari gudang itu, tersangka menggondol tujuh kodi sarung. Kemudian, mereka membawanya menggunakan sepeda motor Honda Beat. Dari tujuh kodi sarung itu, 19 buah dijual Basori kepada Suparto, 59, warga Candi Wates, Kecamatan Prigen, seharga Rp 400 ribu.

Sebanyak 22 buah dijual kepada warga Probolinggo, berinisial S, seharga Rp 525 ribu dan sisanya dijual kepada warga Gempol berinisial SU seharga Rp 1,7 juta. Dari hasil kejahatan itu, Basori mendapat bagian Rp 2,3 juta dan sisanya untuk Ulum. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta,” ujar Busan.

Tak terima, korban melapor ke polisi. Kedok para tersangka terbongkar setelah polisi menangkap penadahnya, Suparto, Kamis 23 Juli 2018. “Dari penangkapan Suparto itulah kedua tersangka juga ditangkap,” ujarnya.

Karena perbuatannya, Basori dan Ulum dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan, Suparto dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/