alexametrics
31 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

MUI soal Tunangan Memukul: Telepon Saja Tak Boleh, Apalagi Memukul

PASURUAN, Radar Bromo- Insiden pemukulan yang dialami pasangan AB dan L, menuai banyak sorotan. Banyak yang menyesali aksi pemukulan yang videonya viral tersebut. Diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan.

“Tentunya kami menyayangkan. Hal itu sebenarnya tidak dibenarkan sama sekali,” kata Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda Muhammad saat dikonfirmasi.

Kyai yang akrab disapa Gus Huda itu mengatakan, tidak sepatutnya hubungan yang baru sebatas tunangan, melakukan hal itu. Bahkan, dalam pandangan agama, sejatinya  berkomunikasi baik lewat telepon atau secara langsung tidak dibenarkan.

“Telpon saja dilarang. Apalagi melakukan pemukulan seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, pada zaman sekarang sudah salah kaprah. Acapkali banyak orang yang telah bertunangan, sudah diperbolehkan berdua. Padahal, dalam pandangan agama itu tidak boleh. Lebih parahnya lagi, orang tuanya mengizinkan kedua sejoli tersebut, untuk kemana-mana.

“Termasuk sekarang ini, memasang cincin dilakukan si pria. Itu sebenarnya tidak boleh. Yang memasang ketika bertunangan, walinya,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar kembali kepada ajaran agama. Jangan sampai menyepelekan hal -hal itu. Anak-anak harus dididik dengan benar. Sehingga mengerti batasan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

“Ustad dan kyai harus memperingatkan. Tetapi jika sudah diperingatkan, ya tanggungjawabnya sendiri,” terangnya. (sid/fun)

 

PASURUAN, Radar Bromo- Insiden pemukulan yang dialami pasangan AB dan L, menuai banyak sorotan. Banyak yang menyesali aksi pemukulan yang videonya viral tersebut. Diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan.

“Tentunya kami menyayangkan. Hal itu sebenarnya tidak dibenarkan sama sekali,” kata Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda Muhammad saat dikonfirmasi.

Kyai yang akrab disapa Gus Huda itu mengatakan, tidak sepatutnya hubungan yang baru sebatas tunangan, melakukan hal itu. Bahkan, dalam pandangan agama, sejatinya  berkomunikasi baik lewat telepon atau secara langsung tidak dibenarkan.

“Telpon saja dilarang. Apalagi melakukan pemukulan seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, pada zaman sekarang sudah salah kaprah. Acapkali banyak orang yang telah bertunangan, sudah diperbolehkan berdua. Padahal, dalam pandangan agama itu tidak boleh. Lebih parahnya lagi, orang tuanya mengizinkan kedua sejoli tersebut, untuk kemana-mana.

“Termasuk sekarang ini, memasang cincin dilakukan si pria. Itu sebenarnya tidak boleh. Yang memasang ketika bertunangan, walinya,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar kembali kepada ajaran agama. Jangan sampai menyepelekan hal -hal itu. Anak-anak harus dididik dengan benar. Sehingga mengerti batasan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

“Ustad dan kyai harus memperingatkan. Tetapi jika sudah diperingatkan, ya tanggungjawabnya sendiri,” terangnya. (sid/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/