alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

LPPA Siap Jika Diminta Mendampingi Korban Pemukulan

PASURUAN, Radar Bromo- Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kabupaten Pasuruan, ikut menyoroti kasus pemukulan AB terhadap L yang belakangan viral. Jika dimintai korban untuk pendampingan, LPPA siap-siap saja.

Daniel Polosakan, Ketua LPPA Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya memang menggeluti dunia perempuan dan anak. LPPA juga kerap mendampingi korban kekerasan. Terutama kekerasan terhadap anak, tanpa diminta sekalipun.

Sejauh ini pendampingan yang dilakukan adalah ketika ada kekerasan terhadap anak. Seperti halnya, kasus yang dialami oleh siswi yang dicabuli oleh gurunya sendiri. Meskipun tidak diminta, karena kasus anak, pihaknya melakukan pendampingan.

“Kasus kasus yang kami dampingi kebanyakan kasus anak. Ini memang menjadi perhatian khusus bagi kami,” katanya.

Karena itu, untuk kasus penganiayaan yang terjadi pasangan tunangan L dan AB, pihaknya tidak langsung melakukan pendampingan. Sebab korban usianya sudah dewasa.

Namun, kalaupun korban dan orang tuanya minta didampingi, pihaknya siap hingga perkara selesai. “Kami siap mendampingi. Tetapi harus ada permintaan jika itu korbannya dewasa. Karena berurusan dengan hukum. Kami pastikan gratis,” tandasnya.

Daniel berpendapat apa yang ditampilkan dalam video itu merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Menurutnya, dalam masa pertunangan, tidak seharusnya melakukan kekerasan. Bahkan, jika telah menikah sekalipun.

“Jangankan memukul, itu sudah jelas pidana. Tidak ngeloni (berhubungan intim. Red) istrinya selama 40 hari, sudah termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Ini masih tunangan, sudah berani,” katanya.

Pihaknya berharap, kejadian itu bisa menjadi pelajaran. Terutama bagi kalangan muda. Jika memang ada permasalahan harus dibicarakan dengan kepala dingin. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo- Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kabupaten Pasuruan, ikut menyoroti kasus pemukulan AB terhadap L yang belakangan viral. Jika dimintai korban untuk pendampingan, LPPA siap-siap saja.

Daniel Polosakan, Ketua LPPA Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya memang menggeluti dunia perempuan dan anak. LPPA juga kerap mendampingi korban kekerasan. Terutama kekerasan terhadap anak, tanpa diminta sekalipun.

Sejauh ini pendampingan yang dilakukan adalah ketika ada kekerasan terhadap anak. Seperti halnya, kasus yang dialami oleh siswi yang dicabuli oleh gurunya sendiri. Meskipun tidak diminta, karena kasus anak, pihaknya melakukan pendampingan.

“Kasus kasus yang kami dampingi kebanyakan kasus anak. Ini memang menjadi perhatian khusus bagi kami,” katanya.

Karena itu, untuk kasus penganiayaan yang terjadi pasangan tunangan L dan AB, pihaknya tidak langsung melakukan pendampingan. Sebab korban usianya sudah dewasa.

Namun, kalaupun korban dan orang tuanya minta didampingi, pihaknya siap hingga perkara selesai. “Kami siap mendampingi. Tetapi harus ada permintaan jika itu korbannya dewasa. Karena berurusan dengan hukum. Kami pastikan gratis,” tandasnya.

Daniel berpendapat apa yang ditampilkan dalam video itu merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Menurutnya, dalam masa pertunangan, tidak seharusnya melakukan kekerasan. Bahkan, jika telah menikah sekalipun.

“Jangankan memukul, itu sudah jelas pidana. Tidak ngeloni (berhubungan intim. Red) istrinya selama 40 hari, sudah termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Ini masih tunangan, sudah berani,” katanya.

Pihaknya berharap, kejadian itu bisa menjadi pelajaran. Terutama bagi kalangan muda. Jika memang ada permasalahan harus dibicarakan dengan kepala dingin. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/