alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Curi Pisang, Dua Remaja Diamankan Warga, Kasusnya Didamaikan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Tak memiliki penghasilan membuat remaja berinisial ML, 18, dan MF, 15, gelap mata. Berdalih butuh duit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka nekat mencuri pisang. Aksi mereka diketahui pemiliknya. Mereka juga dibekuk beramai-ramai oleh warga.

ML tercatat sebagai warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Sedangkan, MF, warga Desa Tidu, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Keduanya mencuri setandan pisang milik Solehudin, 46.

Awalnya, Minggu (25/4), sekitar pukul 00.30, Solehudin dikabari adiknya, Lukman, 38. Jika, di pekarangannya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ada orang yang hendak mencuri. Solehuddin pun mendatangi lokasi.

Ternyata, di sana ada dua orang sedang berusaha mengambil setandan pisang. Mereka memotong barang pisang menggunakan pisau dapur. Tahun ada pencuri, korban bersama sejumlah warga berusaha mengamankan dua pelaku. Bersama barang buktinya, mereka diserahkan ke Polsek Gadingrejo.

“Pengakuan ML dan MF, rencananya pisang ini mau dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Soalnya keduanya memang tidak memiliki penghasilan pasti,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gadingrejo, Iptu Agung Jatmiko.

Agung mengaku memangil kedua belah pihak. Didampingi keluarga masing-masing, mereka dimediasi. Hasilnya, pelapor bersedia memaafkan terlapor. Ia membuat surat pernyataan damai, bahwa perkara ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum. “Pelaku sudah meminta maaf kepada korban. Korban memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya. (riz/rud)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Tak memiliki penghasilan membuat remaja berinisial ML, 18, dan MF, 15, gelap mata. Berdalih butuh duit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka nekat mencuri pisang. Aksi mereka diketahui pemiliknya. Mereka juga dibekuk beramai-ramai oleh warga.

ML tercatat sebagai warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Sedangkan, MF, warga Desa Tidu, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Keduanya mencuri setandan pisang milik Solehudin, 46.

Awalnya, Minggu (25/4), sekitar pukul 00.30, Solehudin dikabari adiknya, Lukman, 38. Jika, di pekarangannya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ada orang yang hendak mencuri. Solehuddin pun mendatangi lokasi.

Ternyata, di sana ada dua orang sedang berusaha mengambil setandan pisang. Mereka memotong barang pisang menggunakan pisau dapur. Tahun ada pencuri, korban bersama sejumlah warga berusaha mengamankan dua pelaku. Bersama barang buktinya, mereka diserahkan ke Polsek Gadingrejo.

“Pengakuan ML dan MF, rencananya pisang ini mau dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Soalnya keduanya memang tidak memiliki penghasilan pasti,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gadingrejo, Iptu Agung Jatmiko.

Agung mengaku memangil kedua belah pihak. Didampingi keluarga masing-masing, mereka dimediasi. Hasilnya, pelapor bersedia memaafkan terlapor. Ia membuat surat pernyataan damai, bahwa perkara ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum. “Pelaku sudah meminta maaf kepada korban. Korban memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/