alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Rumah Sepi, Wanita asal Maron Ini Gasak Perhiasan Majikan

MARON, Radar Bromo – Bukannya menjaga rumah majikannya. Rahayu Sri Wilujeng, 45, malah mencuri perhiasan majikannya saat rumah sedang sepi. Warga Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, saat ini diamankan di Polsek Maron.

Pencurian yang dilakukan pelaku itu terjadi tahun lalu, tepatnya Minggu (29/11). Namun pelaku baru diamankan Selasa (23/2) di rumahnya oleh petugas Polsek Maron.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pelaku menggasak sejumlah perhiasan milik majikannya yaitu Yuni, 35, warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.

Saat itu rumah majikannya sepi. Pelaku rupanya memanfaatkan kondisi itu untuk mengambil keuntungan.

Dia menggasak perhiasan emas majikannya senilai total Rp 8 juta. Antara lain, sebuah cincin mata merah mudah dan hijau, sepasang anting emas mata hijau, dan seuntai kalung emas kombinasi mutiara.

Kapolsek Maron Iptu Samiran mengatakan, aksi pelaku itu terekam CCTV rumah korban. “Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku membuka lemari di rumah korban untuk mencari barang berharga milik korban. Karena pelaku ini tidak tinggi, pada saat mencari barang berharga ia menggunakan kursi,” ujarnya, Jumat (26/2).

Berdasarkan rekaman CCTV itu, korban pun melaporkan pelaku. Berbekal laporan korban itulah, pihaknya lantas menangkap pelaku di rumahnya.

“Kami tangkap pelaku setelah mendapat laporan dari korban. Selain itu, aksi pelaku juga terekam CCTV,” ujarnya, Jumat (26/2).

Samiran menjelaskan, pelaku telah bertahun-tahun bekerja di rumah korban. Selama korban bekerja di sana, barang-barang di rumah korban kerap hilang. Namun barang yang hilang sebelumnya tidak begitu besar nilainya. Sehingga, korban enggan melapor.

“Baru sekarang ini korban melapor, mungkin karena nilai kerugiannya cukup besar. Selain itu, aksi pelaku juga terekam CCTV itu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan pelaku, Samiran mengatakan bahwa pelaku mengakui perbuatannya. Di mana oleh pelaku perhiasan yang dicurinya dijual untuk kemudian hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ujarnya. (mu/hn)

MARON, Radar Bromo – Bukannya menjaga rumah majikannya. Rahayu Sri Wilujeng, 45, malah mencuri perhiasan majikannya saat rumah sedang sepi. Warga Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, saat ini diamankan di Polsek Maron.

Pencurian yang dilakukan pelaku itu terjadi tahun lalu, tepatnya Minggu (29/11). Namun pelaku baru diamankan Selasa (23/2) di rumahnya oleh petugas Polsek Maron.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pelaku menggasak sejumlah perhiasan milik majikannya yaitu Yuni, 35, warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.

Saat itu rumah majikannya sepi. Pelaku rupanya memanfaatkan kondisi itu untuk mengambil keuntungan.

Dia menggasak perhiasan emas majikannya senilai total Rp 8 juta. Antara lain, sebuah cincin mata merah mudah dan hijau, sepasang anting emas mata hijau, dan seuntai kalung emas kombinasi mutiara.

Kapolsek Maron Iptu Samiran mengatakan, aksi pelaku itu terekam CCTV rumah korban. “Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku membuka lemari di rumah korban untuk mencari barang berharga milik korban. Karena pelaku ini tidak tinggi, pada saat mencari barang berharga ia menggunakan kursi,” ujarnya, Jumat (26/2).

Berdasarkan rekaman CCTV itu, korban pun melaporkan pelaku. Berbekal laporan korban itulah, pihaknya lantas menangkap pelaku di rumahnya.

“Kami tangkap pelaku setelah mendapat laporan dari korban. Selain itu, aksi pelaku juga terekam CCTV,” ujarnya, Jumat (26/2).

Samiran menjelaskan, pelaku telah bertahun-tahun bekerja di rumah korban. Selama korban bekerja di sana, barang-barang di rumah korban kerap hilang. Namun barang yang hilang sebelumnya tidak begitu besar nilainya. Sehingga, korban enggan melapor.

“Baru sekarang ini korban melapor, mungkin karena nilai kerugiannya cukup besar. Selain itu, aksi pelaku juga terekam CCTV itu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan pelaku, Samiran mengatakan bahwa pelaku mengakui perbuatannya. Di mana oleh pelaku perhiasan yang dicurinya dijual untuk kemudian hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ujarnya. (mu/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/