alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Buron Pencurian Ban Truk di Gempol Dibekuk

GEMPOL, Radar Bromo – Nur Riski Andi Wijiansah, 30, pemuda asal Dusun Panderejo, Desa Legok, Kecamatan Gempol, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Gempol. Ia dibekuk petugas usai terlibat kasus penggelapan ban truk.

Riski Andi ditangkap petugas Rabu (24/2) sekitar pukul 16.00. Ia disangka jadi pelaku penggelapan ban truk sebanyak 10 unit milik PT AU (perusahaan jasa angkut).

Riski beraksi saat truk diparkiran masuk Desa Winong, Kecamatan Gempol. Aksi itu dilakukan Rabu (16/12) tahun lalu sekitar pukul 19.30.

“Selama ini pelaku masuk DPO (daftar pencarian orang) kami. Akhirnya berhasil tertangkap dan statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Ia nekat mengelapkan 10 ban dump truck milik perusahaan jasa angkut PT AU,” ujar Kapolsek Gempol Kompol Kamran.

Ban yang dicuri itu oleh Riski langsung dijual ke orang lain. Akibat perbuatan Riski, perusahaan jasa angkut PT AU mengalami kerugian lumayan besar. Totalnya sekitar Rp 33.750.000.

Sebelumnya, pelaku Riski bekerja di perusahaan jasa angkut PT AU berkantor di Surabaya. Ia jadi sopir dump truck. “Dalam kejadian kriminal ini, pelaku dijerat pasal 372 KUHP dan ancaman maksimalnya empat tahun penjara,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu. (zal/mie)

GEMPOL, Radar Bromo – Nur Riski Andi Wijiansah, 30, pemuda asal Dusun Panderejo, Desa Legok, Kecamatan Gempol, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Gempol. Ia dibekuk petugas usai terlibat kasus penggelapan ban truk.

Riski Andi ditangkap petugas Rabu (24/2) sekitar pukul 16.00. Ia disangka jadi pelaku penggelapan ban truk sebanyak 10 unit milik PT AU (perusahaan jasa angkut).

Riski beraksi saat truk diparkiran masuk Desa Winong, Kecamatan Gempol. Aksi itu dilakukan Rabu (16/12) tahun lalu sekitar pukul 19.30.

“Selama ini pelaku masuk DPO (daftar pencarian orang) kami. Akhirnya berhasil tertangkap dan statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Ia nekat mengelapkan 10 ban dump truck milik perusahaan jasa angkut PT AU,” ujar Kapolsek Gempol Kompol Kamran.

Ban yang dicuri itu oleh Riski langsung dijual ke orang lain. Akibat perbuatan Riski, perusahaan jasa angkut PT AU mengalami kerugian lumayan besar. Totalnya sekitar Rp 33.750.000.

Sebelumnya, pelaku Riski bekerja di perusahaan jasa angkut PT AU berkantor di Surabaya. Ia jadi sopir dump truck. “Dalam kejadian kriminal ini, pelaku dijerat pasal 372 KUHP dan ancaman maksimalnya empat tahun penjara,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/