alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Kejari Siap Buka Lagi Korupsi Dispora, Tunggu Putusan Resmi Lilik

BANGIL, Radar Bromo – Tersangka baru atas dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan, memang belum ditemukan. Namun, Kejari Kabupaten Pasuruan tengah menyiapkan rencana untuk membuka kembali kasus tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya orang lain yang bertanggung jawab atas anggaran yang ada di Dispora Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya Lilik Wijayanti, eks kepala Bidang Olahraga di Dispora.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menjelaskan, lembaran baru kasus dugaan korupsi di Dispora memang akan dibuka. Tapi tidak sekarang.

Saat ini pihaknya masih menunggu salinan resmi atas putusan kasasi milik terpidana korupsi Lilik Wijayanti. “Petikan putusannya (Lilik, Red) memang ada. Tapi, kami masih menunggu salinan putusan resminya,” beber Denny.

Lilik Eks Kabid Olahraga Menangis saat Divonis 3 Tahun, Ini Rincian Putusan Hakim

Karena dari salinan putusan resmi itulah, pihaknya bisa mempelajari. Apakah kasus tersebut memang diperlukan untuk dikembangkan. “Dari putusan MA itu, kami bisa tahu apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Ia belum memastikan salinan resmi MA bisa turun kapan. Namun proyeksinya bisa Februari 2021 nanti.

Seperti diketahui, Kejari Kabupaten Pasuruan menetapkan Lilik sebagai tersangka dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan, Agustus 2019. Lilik dijadikan tersangka lantaran diduga melakukan tindak korupsi di instansi yang baru dibentuk tersebut.

Lilik yang divonis 7 tahun penjara itu, diduga tidak sendirian beraksi. Diduga, ada pihak lain yang juga mengorupsi uang negara. Karena kebocoran keuangan di Dispora, mencapai Rp 918 juta. Sementara, Lilik hanya diketahui merugikan negara sebesar Rp 69 juta.

Hal ini yang membuat Kejari Kabupaten Pasuruan berencana untuk membuka lembaran baru kasus yang diusut sejak 2017 lalu. Supaya, orang-orang yang terlibat, bisa merasakan apa yang dilakukannya. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Tersangka baru atas dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan, memang belum ditemukan. Namun, Kejari Kabupaten Pasuruan tengah menyiapkan rencana untuk membuka kembali kasus tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya orang lain yang bertanggung jawab atas anggaran yang ada di Dispora Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya Lilik Wijayanti, eks kepala Bidang Olahraga di Dispora.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menjelaskan, lembaran baru kasus dugaan korupsi di Dispora memang akan dibuka. Tapi tidak sekarang.

Saat ini pihaknya masih menunggu salinan resmi atas putusan kasasi milik terpidana korupsi Lilik Wijayanti. “Petikan putusannya (Lilik, Red) memang ada. Tapi, kami masih menunggu salinan putusan resminya,” beber Denny.

Lilik Eks Kabid Olahraga Menangis saat Divonis 3 Tahun, Ini Rincian Putusan Hakim

Karena dari salinan putusan resmi itulah, pihaknya bisa mempelajari. Apakah kasus tersebut memang diperlukan untuk dikembangkan. “Dari putusan MA itu, kami bisa tahu apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Ia belum memastikan salinan resmi MA bisa turun kapan. Namun proyeksinya bisa Februari 2021 nanti.

Seperti diketahui, Kejari Kabupaten Pasuruan menetapkan Lilik sebagai tersangka dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan, Agustus 2019. Lilik dijadikan tersangka lantaran diduga melakukan tindak korupsi di instansi yang baru dibentuk tersebut.

Lilik yang divonis 7 tahun penjara itu, diduga tidak sendirian beraksi. Diduga, ada pihak lain yang juga mengorupsi uang negara. Karena kebocoran keuangan di Dispora, mencapai Rp 918 juta. Sementara, Lilik hanya diketahui merugikan negara sebesar Rp 69 juta.

Hal ini yang membuat Kejari Kabupaten Pasuruan berencana untuk membuka lembaran baru kasus yang diusut sejak 2017 lalu. Supaya, orang-orang yang terlibat, bisa merasakan apa yang dilakukannya. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/