Dua Kontraktor yang Jadi Tersangka Robohnya SDN Gentong Mulai Jalani Sidang

PASURUAN, Radar Bromo – Dua tersangka kasus ambruknya SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, segera diadili. Sidang perdana perkara kelalaian yang menyebabkan orang meninggal itu akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan, hari ini.

Dedy Maryanto selaku pelaksana proyek dan Sutaji Efendi sebagai mandor, saat ini telah ditahan di Lapas IIB Pasuruan. Penahanan dilakukan oleh JPU Kejari Kota Pasuruan selama 20 hari, sembari melakukan pemberkasan perkara.

Kejari Kota Pasuruan sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara dari Polda Jawa Timur melalui Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Setelah dilakukan pemberkasan, korps Adhyaksa langsung mengajukannya ke meja hijau pekan lalu.

“Penetapan sidangnya sudah keluar. Insyaallah akan dilaksanakan Senin (hari ini),” kata Kasi Pidum Kejari Kota Pasuruan Hafidi.

Dalam sidang perdana itu, JPU akan membacakan surat dakwaan kepada keduanya. Mereka dinilai bertanggung jawab atas ambruknya gedung SDN Gentong, 5 November 2019. Akibat insiden itu, seorang siswi dan guru meninggal dunia.

Melalui serangkaian penyelidikan, kepolisian mencium ketidakberesan dalam pekerjaan renovasi gedung sekolah. Beberapa material yang digunakan tak sesuai dengan spesifikasi.

Polda Jawa Timur kemudian menetapkan Dedy Maryanto dan Sutaji Efendi sebagai tersangka. Sebab, dua orang itulah yang terlibat dalam proyek renovasi gedung secara swakelola pada 2012.

Oleh penyidik, keduanya dijerat pasal 359. Mereka dinilai lalai dalam bekerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang, serta jatuh korban luka. (tom/hn/fun)