alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

11 Napi Lapas Pasuruan Dapat Remisi Natal dan Video Call Gratis  

PASURUAN, Radar Bromo – Peringatan Hari Natal membahagiakan belasan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Pasuruan. Mereka mendapat remisi khusus Natal 2021. Umat Kristiani itu memperoleh pengurangan hukuman sekaligus kesempatan untuk saling berbagi sukacita bersama keluarga. Kesempatan video call gratis untuk merayakan Natal.

Remisi diberikan berdasar Surat Keputusan Remisi Natal dari Kemenkumham RI. Sebanyak 11 warga binaan mendapat potongan hukuman penjara selama 1 bulan. Sementara 3 warga binaan lain dipotong masa hukumannya 15 hari.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto menyatakan, di antara 24 warga binaan umat Kristiani, hanya 14 orang napi yang memenuhi syarat untuk bisa dapat remisi khusus Natal 2021.

”Remisi khusus Natal 2021 ini diberikan kepada napi Kristiani yang tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin dan aktif ikut program pembinaan,” ujar Yhoga.

Para napi tersebut juga sudah menjalani pidana selama 6 bulan. Mereka juga membantu kejaksaan dan kepolisian sebagai justice collaborator. Perinciannya, ada 9 napi kasus narkotika, 2 napi kasus pencurian, 2 orang kasus penggelapan, dan 1 napi kasus penipuan. ”Semuanya berkelakuan baik selama di lapas,” terangnya.

Yhoga menyampaikan, remisi tersebut diharapkan dapat memotivasi narapidana lain untuk mencapai penyadaran diri yang tecermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana. ”Kemerdekaan diri mereka harus dibatasi untuk sementara,” katanya.

Kendati demikian, perayaan Natal 2021 masih sama seperti tahun lalu. Lapas belum bisa membuka pintu kunjungan bagi keluarga. Itu tak terlepas dari upaya pencegahan Covid-19 di dalam penjara. Sebagai gantinya, seluruh narapidana umat Kristiani diberi kesempatan untuk melakukan video call dengan keluarganya.

”Jadi, warga binaan maupun keluarga tetap bisa merayakan Natal dengan penuh sukacita meski tidak berjumpa secara langsung,” papar Yhoga.

Para napi pun tampak antusias menunggu giliran. Meski waktu video call ini berlangsung hanya 15 menit. Mereka tetap bersemangat bertemu dan berbagi dengan keluarga sebatas melalui virtual. (tom/far)

 

 

PASURUAN, Radar Bromo – Peringatan Hari Natal membahagiakan belasan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Pasuruan. Mereka mendapat remisi khusus Natal 2021. Umat Kristiani itu memperoleh pengurangan hukuman sekaligus kesempatan untuk saling berbagi sukacita bersama keluarga. Kesempatan video call gratis untuk merayakan Natal.

Remisi diberikan berdasar Surat Keputusan Remisi Natal dari Kemenkumham RI. Sebanyak 11 warga binaan mendapat potongan hukuman penjara selama 1 bulan. Sementara 3 warga binaan lain dipotong masa hukumannya 15 hari.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto menyatakan, di antara 24 warga binaan umat Kristiani, hanya 14 orang napi yang memenuhi syarat untuk bisa dapat remisi khusus Natal 2021.

”Remisi khusus Natal 2021 ini diberikan kepada napi Kristiani yang tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin dan aktif ikut program pembinaan,” ujar Yhoga.

Para napi tersebut juga sudah menjalani pidana selama 6 bulan. Mereka juga membantu kejaksaan dan kepolisian sebagai justice collaborator. Perinciannya, ada 9 napi kasus narkotika, 2 napi kasus pencurian, 2 orang kasus penggelapan, dan 1 napi kasus penipuan. ”Semuanya berkelakuan baik selama di lapas,” terangnya.

Yhoga menyampaikan, remisi tersebut diharapkan dapat memotivasi narapidana lain untuk mencapai penyadaran diri yang tecermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana. ”Kemerdekaan diri mereka harus dibatasi untuk sementara,” katanya.

Kendati demikian, perayaan Natal 2021 masih sama seperti tahun lalu. Lapas belum bisa membuka pintu kunjungan bagi keluarga. Itu tak terlepas dari upaya pencegahan Covid-19 di dalam penjara. Sebagai gantinya, seluruh narapidana umat Kristiani diberi kesempatan untuk melakukan video call dengan keluarganya.

”Jadi, warga binaan maupun keluarga tetap bisa merayakan Natal dengan penuh sukacita meski tidak berjumpa secara langsung,” papar Yhoga.

Para napi pun tampak antusias menunggu giliran. Meski waktu video call ini berlangsung hanya 15 menit. Mereka tetap bersemangat bertemu dan berbagi dengan keluarga sebatas melalui virtual. (tom/far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/