alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Pembuangan Bayi di Bermi Krucil, sang Ibu Jadi Tersangka

PAJARAKAN, Radar Bromo– Polres Probolinggo akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus pembuangan bayi perempuan di Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Dia adalah sang ibu bayi, yaitu Novita Anania Agustun, 20, warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso menjelaskan, status tersangka ditetapkan setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan untuk pemenuhan bukti-bukti.

Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku membuang bayinya di Bremi. “Kami sudah memeriksanya sebagai saksi. Saat ini kami naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka,” katanya.

Pada petugas menurut Riski, tersangka mengakui melahirkan bayinya sendirian. Tersangka melahirkan bayinya sekitar setelah subuh di lokasi ditemukannya bayi.

Baca Juga: Bayi Perempuan Dibuang di Kebun Kopi Krucil

Setelah melahirkan, pelaku langsung meninggalkan bayinya. Itu dilakukan agar tidak ada orang yang tahu dirinya telah melahirnya. “Terduga dengan sengaja menyembunyikan kelahiran bayi tersebut dan meninggalkan bayinya di tempat ditemukan,” ungkapnya.

Menurutnya, tersangka pernah menikah namun bercerai. Saat hamil, tersangka dengan suaminya dalam proses perceraian. “Pernah menikah dan bercerai,” ungkapnya.

Karena perbuatannya, pelaku saat ini ditahan di Mapolres Probolinggo. Ia dijerat Pasal 308 KUHP dan pasal 305 – 306 KUHP.

Menurut Kasat Reskrim, ancaman pidana maksimum pasal 305 KUHP adalah 5 tahun 6 bulan. Sedangkan ancaman pidana maksimum pasal 306 ayat (1) KUHP tentang melakukan perbuatan dalam pasal 305 KUHP hingga menyebabkan si anak luka berat, yaitu 7 tahun 6 bulan.

Lalu, ancaman hukuman maksimal pasal 306 ayat (2) KUHP tentang melakukan perbuatan dalam pasal 305 KUHP hingga menyebabkan anak meninggal, adalah sembilan tahun.

Tak hanya itu. Pelaku juga bisa dijerat dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35/2014 pasal 77B. Ancaman hukumanya pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Tersangka sendiri diduga membuang bayinya pada Senin (19/10) setelah melahirkan. Bayi itu ditemukan dalam kondisi masih merah. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU