alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Ada 4 Oknum LSM Kena OTT, Ini Komentar Bupati Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari langsung angkat bicara tentang empat oknum LSM yang terkena OTT (operasi tangkap tangan). Tantri sapaannya, mengapresiasi sikap tegas Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. Dia berharap, OTT itu menjadi shock therapy bagi oknum lain yang berusaha mengganggu roda pemerintahan.

”Ini sejalan dengan diskusi yang dilakukan Forkopimda. Forkopimda sudah kompak untuk menciptakan situasi yang kondusif,” kata Tantri saat ditemui di kantor UKK Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu, kemarin.

Pemkab Probolinggo sendiri menurutnya, ingin menciptakan situasi yang nyaman dalam menjalankan roda pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya sudah memberikan pemahaman pada LSM, media, dan masyarakat sebagai tugas kontrol.

Di sisi lain, jika ada oknum yang mengatasnamakan lembaga apapun mengganggu proses pemerintahan, maka pihaknya meminta agar penegak hukum menyadarkan. Baik itu, Kejaksaan dan Polri.

”Bukannya saya bersyukur atas adanya OTT. Tapi, kejadian kemarin diharapkan jadi shock therapy. Ada empat warga terkena OTT, karena jelas-jelas menghambat proses pembangunan itu,” terangnya.

Bupati mengatakan, pihaknya selaku pemegang anggaran dan amanah di pemerintahan minta agar diberi kesempatan bekerja secara nyaman. Tentu saja dengan melaksanakan SOP dan aturan yang ada.

Jika dalam pelaksanaannya ada yang kurang pas, diharapkan agar pemerintah diingatkan sebagai kontrol sosial. ”Bukan mencari-cari masalah atau lebih dari itu. Itu malah mengganggu proses pembangunan dan pemerintahan. Sekali lagi, semoga ini jadi shock therapy bagi semuanya,” tegasnya.

Bupati pun minta pada seluruh OPD sampai pemerintah desa, untuk tidak takut terhadap oknum yang mencari-cari masalah. “Selama melaksanakan tugas dan amanah sesuai SOP dan aturan, tidak perlu ada yang dicemaskan. Saya apresisasi sikap tegas dari Tim Saber Pungli,” ucapnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari langsung angkat bicara tentang empat oknum LSM yang terkena OTT (operasi tangkap tangan). Tantri sapaannya, mengapresiasi sikap tegas Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. Dia berharap, OTT itu menjadi shock therapy bagi oknum lain yang berusaha mengganggu roda pemerintahan.

”Ini sejalan dengan diskusi yang dilakukan Forkopimda. Forkopimda sudah kompak untuk menciptakan situasi yang kondusif,” kata Tantri saat ditemui di kantor UKK Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu, kemarin.

Pemkab Probolinggo sendiri menurutnya, ingin menciptakan situasi yang nyaman dalam menjalankan roda pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya sudah memberikan pemahaman pada LSM, media, dan masyarakat sebagai tugas kontrol.

Di sisi lain, jika ada oknum yang mengatasnamakan lembaga apapun mengganggu proses pemerintahan, maka pihaknya meminta agar penegak hukum menyadarkan. Baik itu, Kejaksaan dan Polri.

”Bukannya saya bersyukur atas adanya OTT. Tapi, kejadian kemarin diharapkan jadi shock therapy. Ada empat warga terkena OTT, karena jelas-jelas menghambat proses pembangunan itu,” terangnya.

Bupati mengatakan, pihaknya selaku pemegang anggaran dan amanah di pemerintahan minta agar diberi kesempatan bekerja secara nyaman. Tentu saja dengan melaksanakan SOP dan aturan yang ada.

Jika dalam pelaksanaannya ada yang kurang pas, diharapkan agar pemerintah diingatkan sebagai kontrol sosial. ”Bukan mencari-cari masalah atau lebih dari itu. Itu malah mengganggu proses pembangunan dan pemerintahan. Sekali lagi, semoga ini jadi shock therapy bagi semuanya,” tegasnya.

Bupati pun minta pada seluruh OPD sampai pemerintah desa, untuk tidak takut terhadap oknum yang mencari-cari masalah. “Selama melaksanakan tugas dan amanah sesuai SOP dan aturan, tidak perlu ada yang dicemaskan. Saya apresisasi sikap tegas dari Tim Saber Pungli,” ucapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/