alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Dipicu Dendam Senggolan Motor, Arek Pajaran Rembang Dibacok Tetangga

WONOREJO, Radar Bromo–Senggolan mengendarai motor di jalan, beberapa waktu lalu rupanya masih membekas. Diduga karena senggolan itulah, Firman, 18 harus dilarikan ke instalasi gawat darurat RSUD Bangil Senin malam (25/10). Pemuda asal Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, tersebut mengalami luka bacok di telapak tangan kirinya.

Ia disabet celurit oleh An, yang merupakan tetangga dusunnya. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembacokan terjadi sekitar pukul 22.00.

Korban dibacok saat melintas di pinggir jalan, masuk Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Sebelum dibacok, malam itu korban sedang nongkrong di warung kopi. Tiba-tiba, muncul An yang tak lain pelaku. Saat itu, An mengajak Firman berkelahi.

Kemudian, korban digiring ke tempat sepi, tepatnya di jalan kampung masuk Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo. “Sesampainya di TKP, pelaku mengeluarkan celurit dan langsung menyabetkan ke arah korban. Namun, korban bisa menangkisnya dengan telapak tangan sebelah kiri sehingga mengalami luka robek,” ucap Kanitreskrim Polsek Wonorejo Bripka Feri Baktiar.

Mengetahui hal tersebut, teman-teman korban dan terlapor atau pelaku melerainya. Setelah itu, pelakunya melarikan diri, kini buron.

“Pelaku dan korban ini saling kenal. Tinggal satu desa dan beda dusun saja. Duel satu lawan satu, korban menggunakan tangan kosong dan pelakunya ternyata membawa celurit,” tuturnya.

Mengapa An sampai nekat  membacok korban? Kanitreskrim menuturkan, motifnya ditengarai karena dendam. Keduanya beberapa bulan lalu, pernah bersenggolan saat mengendarai motor di jalan.

“Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran. Jika nanti tertangkap, An bisa terancam dijerat pasal 351 KUHP. Pasal ini ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” tegasnya. (zal/fun)

 

WONOREJO, Radar Bromo–Senggolan mengendarai motor di jalan, beberapa waktu lalu rupanya masih membekas. Diduga karena senggolan itulah, Firman, 18 harus dilarikan ke instalasi gawat darurat RSUD Bangil Senin malam (25/10). Pemuda asal Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, tersebut mengalami luka bacok di telapak tangan kirinya.

Ia disabet celurit oleh An, yang merupakan tetangga dusunnya. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembacokan terjadi sekitar pukul 22.00.

Korban dibacok saat melintas di pinggir jalan, masuk Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Sebelum dibacok, malam itu korban sedang nongkrong di warung kopi. Tiba-tiba, muncul An yang tak lain pelaku. Saat itu, An mengajak Firman berkelahi.

Kemudian, korban digiring ke tempat sepi, tepatnya di jalan kampung masuk Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo. “Sesampainya di TKP, pelaku mengeluarkan celurit dan langsung menyabetkan ke arah korban. Namun, korban bisa menangkisnya dengan telapak tangan sebelah kiri sehingga mengalami luka robek,” ucap Kanitreskrim Polsek Wonorejo Bripka Feri Baktiar.

Mengetahui hal tersebut, teman-teman korban dan terlapor atau pelaku melerainya. Setelah itu, pelakunya melarikan diri, kini buron.

“Pelaku dan korban ini saling kenal. Tinggal satu desa dan beda dusun saja. Duel satu lawan satu, korban menggunakan tangan kosong dan pelakunya ternyata membawa celurit,” tuturnya.

Mengapa An sampai nekat  membacok korban? Kanitreskrim menuturkan, motifnya ditengarai karena dendam. Keduanya beberapa bulan lalu, pernah bersenggolan saat mengendarai motor di jalan.

“Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran. Jika nanti tertangkap, An bisa terancam dijerat pasal 351 KUHP. Pasal ini ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” tegasnya. (zal/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/