Pemulangan 2 Jenazah Warga Leces yang Tewas di Papua Terkendala Pesawat Delay

 LECES, Radar Bromo–Dua jenazah warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang meninggal dalam kerusuhan di Wamena, berhasil dipulangkan. Kamis malam (26/9), dua jenazah itu dalam perjalanan pulang menuju Desa Jorongan dan Desa Sumber Kedawung.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Jorongan Masuni yang turut menjemput jenazah bersama keluarga korban. Proses pemulangan jenazah, menurutnya tidak mengalami kesulitan. Namun, pesawat yang membawa jenazah harus transit dua kali sebelum terbang ke Bandara Juanda Surabaya.

“Pemulangan jenazah sudah kami lakukan. Sekarang dua jenazah sedang diterbangkan ke Bandara Juanda Surabaya. Saya bersama keluarga korban menunggu kedatangan jenazah di bandara,” ujarnya.

Menurut Masuni, penerbangan jenazah dari Wamena dilakukan pada Rabu (25/9) menggunakan pesawat Hercules. Pesawat kemudian sampai di Jayapura pukul 11.00 WIT. Namun ada sedikit kendala di Bandara Jayapura, sehingga jenazah tertahan di sana.

MENUNGGU : Anggota keluarga dua jenazah kerusuhan asal Leces menunggu di Bandara Juanda, Kamis siang (26/9). (Istimewa)

 

Kamis (26/9) pukul 09.30 WIT, jenazah diberangkatkan dari Bandara Jayapura menuju Makassar menggunakan pesawat komersial. Tiba di Makassar sekitar pukul 13.00 WITA. Dari Makassar, lantas jenazah diterbangkan menuju Jakarta.

“Sampai dengan pukul 18.30 ini (tadi malam, Red), kedua jenazah masih di Jakarta. Pesawat masih delay. Kemungkinan jenazah diberangkatkan pakai pesawat terakhir pukul 22.00 ke Juanda,” tuturnya.

Sekitar pukul 23.30, jenazah kedua korban sudah sampai di bandara Juanda. “Sejam lagi insyaallah sampai di Kabupaten Probolinggo,” ujar Masuni kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua warga leces tewas akibat kerusuhan di Wamena. Mereka adalah Mohammad Subahan, 38, warga Jalan Kyai Sekar, Desa Sumber Kedawung dan Sofyan, 35, warga Dusun Campuran, Desa Jorongan. (ar/mg1/hn)