alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Bawa Pisau Lipat, Arek Karangasem Wonorejo Dibekuk

PANDAAN, Radar Bromo – Gara-gara tepergok membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau lipat. M. Khoirul Umam, 19, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Pandaan.

Remaja asal Dusun Tegalan, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, itu diamankan Buser Polsek Pandaan, Selasa (24/9) sekitar pukul 21.15.

Ia ditangkap di pinggir jalan raya depan Rumah Makan (RM) Cianjur, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. “Malam itu anggota Buser sedang berpatroli dengan pakaian preman. Melihat gerak-gerik pelaku mencurigakan di tepi jalan raya, kami langsung mendatanginya. Ketika digeledah, ditemukan pisau lipat ini diselipkan di celananya,” terang Kapolsek Pandaan AKP Jaka Winarno.

Malam itu juga remaja yang bekerja serabutan ini dibawa ke Mapolsek Pandaan. “Saat ditanya penyidik, pelaku ngaku-nya untuk jaga-jaga,” perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya.

Atas perbuatannya, Khoirul Umam dijerat pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI 12/1951. “Ancamannya hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Jaka –sapaan akrabnya-. (zal/mie)

PANDAAN, Radar Bromo – Gara-gara tepergok membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau lipat. M. Khoirul Umam, 19, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Pandaan.

Remaja asal Dusun Tegalan, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, itu diamankan Buser Polsek Pandaan, Selasa (24/9) sekitar pukul 21.15.

Ia ditangkap di pinggir jalan raya depan Rumah Makan (RM) Cianjur, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. “Malam itu anggota Buser sedang berpatroli dengan pakaian preman. Melihat gerak-gerik pelaku mencurigakan di tepi jalan raya, kami langsung mendatanginya. Ketika digeledah, ditemukan pisau lipat ini diselipkan di celananya,” terang Kapolsek Pandaan AKP Jaka Winarno.

Malam itu juga remaja yang bekerja serabutan ini dibawa ke Mapolsek Pandaan. “Saat ditanya penyidik, pelaku ngaku-nya untuk jaga-jaga,” perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya.

Atas perbuatannya, Khoirul Umam dijerat pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI 12/1951. “Ancamannya hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Jaka –sapaan akrabnya-. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/