alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Tak Terima Dilaporkan Menikah Lagi ke Mertua, Ancam Sepupu dengan Celurit

LECES, Radar BromoSesama saudara bukannya saling melindungi. Malah, Moch Sa’at mengancam sepupunya sendiri dengan celurit. Alhasil, pria asal Dusun Embong Cangka, Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces itu pun kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Leces.

Sa’at diamankan Rabu dinihari (26/5). Ia diamankan setelah mengancam sepupunya sendiri Ti’umiati, 41 dengan senjata tajam jenis celurit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pengancaman itu terjadi Senin siang (23/5). Sekitar pukul 14.00, Ti’umiati sedang menjemur pakaian di belakang rumahnya.

Tiba tiba, datang tersangka Sa’at sambil marah-marah. Sa’at lantas mengeluarkan celurit yang diarahkan pada korban. “Been omong apa ke emak, yu?!” (kamu bilang apa ke emak, yu?!),” kata Sa’at sambil mengangkat senjata tajam dan mengacungacungkan kepada korban, sesuai hasil pemeriksaan polisi.

Spontan kejadian itu membuat korban langsung shock dan ketakutan. Pelaku tidak terima atas perlakuan korban dan menuduh korban telah membuka rahasia pelaku dan menceritakannya kepada mertua pelaku. Pelaku menuduh korban telah menceritakan kepada mertua pelaku jika pelaku telah beristri lagi. Akibat tindakan korban tersebut, membuat mertua pelaku mempertanyakan kebenaran hal tersebut. Karena emosi setelah mengetahui perbuatan korban, membuat pelaku mendatangi korban dan melakukan pengancaman. Ketika bertemu korban, pelaku mengatakan

”Tersangka dan korban masih saudara sepupu dan rumahnya berdekatan. Tersangka menemui korban kondisi marah-marah dan mengancam menggunakan celurit,” kata Kapolsek Leces AKP Ifo Nila pada Jawa Pos Radar Bromo.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menerangkan, Sa’at marah, karena tidak terima atas perlakuan korban yang dituduh sudah membuka rahasia tersangka Sa’at pada mertuanya. Korban dituduh telah menceritakan pada mertua Sa’at, bahwa tersangka Sa’at telah beristri lagi.

”Akibat tindakan korban itu, membuat mertua pelaku mempertanyakan kebenaran hal tersebut. Karena emosi setelah mengetahui perbuatan korban, pelaku langsung mendatangi korban dan melakukan pengancaman,” terang AKP Nila.

Beruntung, saat itu ada istri pelaku yang berada di lokasi kejadian. Kontan saja istri pelaku langsung berusaha meredam emosi pelaku. Sang istri memegang tangan Sa’at. Hal itu membuat celurit itu terjatuh ke tanah. Kemudian, celurit langsung diamankan oleh istri pelaku.

Karena merasa terancam dan ketakutan, korban langsung melarikan diri untuk meminta perlindungan. ”Akibat kejadian itu, korban mengalami ketakutan dan merasa terancam. Sehingga melaporkan ke Polsek Leces,” terangnya.

Dari laporan korban itu, polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Polisi akhirnya menahan tersangka Sa’at saat pulang ke rumahnya, Kamis dinihari sekitar pukul 00.30. Sa’at dijerat dengan pasal 335 KUHP ayat (1), perbuatan tidak menyenangkan dengan cara mengancam menggunakan sajam.

”Awalnya, tersangka Sa’at mengelak, tidak akui perbuatannya dan berupaya sembunyikan barang bukti sajam yang digunakan untuk mengancam korban. Setelah kami selidiki kembali, tersangka akui pebuatannya dan menunjukkan sajam celurit yang digunakan mengancam korban,” terangnya. (mas/mie)

 

LECES, Radar BromoSesama saudara bukannya saling melindungi. Malah, Moch Sa’at mengancam sepupunya sendiri dengan celurit. Alhasil, pria asal Dusun Embong Cangka, Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces itu pun kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Leces.

Sa’at diamankan Rabu dinihari (26/5). Ia diamankan setelah mengancam sepupunya sendiri Ti’umiati, 41 dengan senjata tajam jenis celurit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pengancaman itu terjadi Senin siang (23/5). Sekitar pukul 14.00, Ti’umiati sedang menjemur pakaian di belakang rumahnya.

Tiba tiba, datang tersangka Sa’at sambil marah-marah. Sa’at lantas mengeluarkan celurit yang diarahkan pada korban. “Been omong apa ke emak, yu?!” (kamu bilang apa ke emak, yu?!),” kata Sa’at sambil mengangkat senjata tajam dan mengacungacungkan kepada korban, sesuai hasil pemeriksaan polisi.

Spontan kejadian itu membuat korban langsung shock dan ketakutan. Pelaku tidak terima atas perlakuan korban dan menuduh korban telah membuka rahasia pelaku dan menceritakannya kepada mertua pelaku. Pelaku menuduh korban telah menceritakan kepada mertua pelaku jika pelaku telah beristri lagi. Akibat tindakan korban tersebut, membuat mertua pelaku mempertanyakan kebenaran hal tersebut. Karena emosi setelah mengetahui perbuatan korban, membuat pelaku mendatangi korban dan melakukan pengancaman. Ketika bertemu korban, pelaku mengatakan

”Tersangka dan korban masih saudara sepupu dan rumahnya berdekatan. Tersangka menemui korban kondisi marah-marah dan mengancam menggunakan celurit,” kata Kapolsek Leces AKP Ifo Nila pada Jawa Pos Radar Bromo.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menerangkan, Sa’at marah, karena tidak terima atas perlakuan korban yang dituduh sudah membuka rahasia tersangka Sa’at pada mertuanya. Korban dituduh telah menceritakan pada mertua Sa’at, bahwa tersangka Sa’at telah beristri lagi.

”Akibat tindakan korban itu, membuat mertua pelaku mempertanyakan kebenaran hal tersebut. Karena emosi setelah mengetahui perbuatan korban, pelaku langsung mendatangi korban dan melakukan pengancaman,” terang AKP Nila.

Beruntung, saat itu ada istri pelaku yang berada di lokasi kejadian. Kontan saja istri pelaku langsung berusaha meredam emosi pelaku. Sang istri memegang tangan Sa’at. Hal itu membuat celurit itu terjatuh ke tanah. Kemudian, celurit langsung diamankan oleh istri pelaku.

Karena merasa terancam dan ketakutan, korban langsung melarikan diri untuk meminta perlindungan. ”Akibat kejadian itu, korban mengalami ketakutan dan merasa terancam. Sehingga melaporkan ke Polsek Leces,” terangnya.

Dari laporan korban itu, polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Polisi akhirnya menahan tersangka Sa’at saat pulang ke rumahnya, Kamis dinihari sekitar pukul 00.30. Sa’at dijerat dengan pasal 335 KUHP ayat (1), perbuatan tidak menyenangkan dengan cara mengancam menggunakan sajam.

”Awalnya, tersangka Sa’at mengelak, tidak akui perbuatannya dan berupaya sembunyikan barang bukti sajam yang digunakan untuk mengancam korban. Setelah kami selidiki kembali, tersangka akui pebuatannya dan menunjukkan sajam celurit yang digunakan mengancam korban,” terangnya. (mas/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/