alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Simpan 1,16 Gram Sabu-Sabu, Warga Purwodadi Dibekuk saat Santai

BANGIL, Radar Bromo – Matnawi sedang asyik-asyiknya santai di rumah. Minum kopi, nonton TV, sambil rebahan main handphone. Padahal, polisi tengah mengepung rumahnya di Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi. Laki-laki 50 tahun tersebut kedapatan menyimpan 1,16 gram sabu-sabu. Dia menyerah.

Pengepungan terjadi Selasa malam awal Mei lalu. Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Domingos Ximenes mengungkapkan, anggotanya sudah mengintai keberadaan Matnawi beberapa hari. Sekitar pukul 19.00, tersangka terlihat di rumah. Dia tidak tahu informasi tentang jati dirinya sudah masuk ke database aparat.

”Kami dapat info kuat. Tersangka ini sering jual-beli narkoba di wilayahnya,” kata Domingos.

Informasi itu menyebutkan, Matnawi kerap terlihat melayani seseorang. Memberikan sebuah benda dalam genggaman tangan. Ternyata benda itu adalah barang laknat, narkoba jenis sabu-sabu. Sejak itu, anggota reserse narkoba mengintai sepak terjang pelaku.

”Rumah tersangka kami awasi,” tambah Domingos.

Pada malam itu, Matnawi terlihat berada di rumah. Tidak ke mana-mana. Hanya duduk-duduk santai. Petugas pun merangsek masuk.

Betapa kagetnya Matnawi. Dirinya sudah terkepung. Sama sekali tidak bisa membela diri. Lebih-lebih mau kabur. Dia pun menyerah saat tangan diborgol polisi. Sekaligus diinterogasi di mana barang haram itu disimpan.

Petugas lantas menelisik sudut-sudut rumah Matnawi. Dari sebuah laci tersembunyi, ditemukan tujuh poket sabu-sabu. Beratnya total 1,16 gram. Handphone pelaku pun disita. Tujuannya, melacak siapa sebenarnya bandar yang memasok narkoba kepada tersangka. Sebab, biasanya dia berkomunikasi lewat ponsel.

”Kami bawa tersangka dan barang bukti ke Mapolres Pasuruan,” beber Domingos.

Mulai kapan jualan narkoba? Matnawi mengaku sudah tiga bulan terakhir. Uang hasil jualan barang haram itu dipakai untuk menghidupi keluarganya. Karena ulahnya, Matnawi diancam hukuman 10 tahun penjara. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Matnawi sedang asyik-asyiknya santai di rumah. Minum kopi, nonton TV, sambil rebahan main handphone. Padahal, polisi tengah mengepung rumahnya di Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi. Laki-laki 50 tahun tersebut kedapatan menyimpan 1,16 gram sabu-sabu. Dia menyerah.

Pengepungan terjadi Selasa malam awal Mei lalu. Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Domingos Ximenes mengungkapkan, anggotanya sudah mengintai keberadaan Matnawi beberapa hari. Sekitar pukul 19.00, tersangka terlihat di rumah. Dia tidak tahu informasi tentang jati dirinya sudah masuk ke database aparat.

”Kami dapat info kuat. Tersangka ini sering jual-beli narkoba di wilayahnya,” kata Domingos.

Informasi itu menyebutkan, Matnawi kerap terlihat melayani seseorang. Memberikan sebuah benda dalam genggaman tangan. Ternyata benda itu adalah barang laknat, narkoba jenis sabu-sabu. Sejak itu, anggota reserse narkoba mengintai sepak terjang pelaku.

”Rumah tersangka kami awasi,” tambah Domingos.

Pada malam itu, Matnawi terlihat berada di rumah. Tidak ke mana-mana. Hanya duduk-duduk santai. Petugas pun merangsek masuk.

Betapa kagetnya Matnawi. Dirinya sudah terkepung. Sama sekali tidak bisa membela diri. Lebih-lebih mau kabur. Dia pun menyerah saat tangan diborgol polisi. Sekaligus diinterogasi di mana barang haram itu disimpan.

Petugas lantas menelisik sudut-sudut rumah Matnawi. Dari sebuah laci tersembunyi, ditemukan tujuh poket sabu-sabu. Beratnya total 1,16 gram. Handphone pelaku pun disita. Tujuannya, melacak siapa sebenarnya bandar yang memasok narkoba kepada tersangka. Sebab, biasanya dia berkomunikasi lewat ponsel.

”Kami bawa tersangka dan barang bukti ke Mapolres Pasuruan,” beber Domingos.

Mulai kapan jualan narkoba? Matnawi mengaku sudah tiga bulan terakhir. Uang hasil jualan barang haram itu dipakai untuk menghidupi keluarganya. Karena ulahnya, Matnawi diancam hukuman 10 tahun penjara. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/