alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Laporan Pencabulan Biduan ke Remaja Pria, Gandeng 2 Psikolog

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir sebulan lebih kasus dugaan pencabulan dengan terlapor seorang biduan berinisial DAP, 28, belum ada perkembangan berarti. Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota, masih menunggu hasil pemeriksaan dua psikolog. Sejauh ini, sama-sama belum turun.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, dalam kasus ini ada dua psikolog yang digandeng. Dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan dari Blitar. “Hingga kini kami masih menunggu hasilnya,” ujarnya, Selasa (25/5).

Namun, ia memastikan, terlapor dan pelapor sudah sama-sama dipanggil dan dimintai keterangan. Mereka akan dimintai keterangan lagi setelah hasil tes psikologinya keluar. “Sebelumnya sudah diminta keterangan. Termasuk diperiksa oleh dua tim psikolog itu. Sejauh ini masih menunggu hasilnya dan belum dipanggil lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan setiap kasus berbeda. Meski sama-sama kasus pencabulan. Termasuk kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang janda ini terhadap remaja di bawah umum, FU, 16. “Semua kemungkinan tetap ada dan bisa saja terjadi. Namun, kasus ini berbeda dengan kasus lainnya. Sehingga penyelesaiannya juga tidak sama,” jelas Heri.

Diketahui, Rabu (14/4), seorang pelajar asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, berinisial FU, 16, mendatangi Mapolres Probolinggo Kota. Didampingi ayahnya, FU melapor dan mengaku dicabuli oleh DAP.

Seorang biduan itu, mencabulinya di indekosnya di Kecamatan Kademangan dan di rumah DAP di Kecamatan Kanigaran. Kasus yang menjerat seorang janda satu anak ini masih terus didalami penyidik. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir sebulan lebih kasus dugaan pencabulan dengan terlapor seorang biduan berinisial DAP, 28, belum ada perkembangan berarti. Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota, masih menunggu hasil pemeriksaan dua psikolog. Sejauh ini, sama-sama belum turun.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, dalam kasus ini ada dua psikolog yang digandeng. Dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan dari Blitar. “Hingga kini kami masih menunggu hasilnya,” ujarnya, Selasa (25/5).

Namun, ia memastikan, terlapor dan pelapor sudah sama-sama dipanggil dan dimintai keterangan. Mereka akan dimintai keterangan lagi setelah hasil tes psikologinya keluar. “Sebelumnya sudah diminta keterangan. Termasuk diperiksa oleh dua tim psikolog itu. Sejauh ini masih menunggu hasilnya dan belum dipanggil lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan setiap kasus berbeda. Meski sama-sama kasus pencabulan. Termasuk kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang janda ini terhadap remaja di bawah umum, FU, 16. “Semua kemungkinan tetap ada dan bisa saja terjadi. Namun, kasus ini berbeda dengan kasus lainnya. Sehingga penyelesaiannya juga tidak sama,” jelas Heri.

Diketahui, Rabu (14/4), seorang pelajar asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, berinisial FU, 16, mendatangi Mapolres Probolinggo Kota. Didampingi ayahnya, FU melapor dan mengaku dicabuli oleh DAP.

Seorang biduan itu, mencabulinya di indekosnya di Kecamatan Kademangan dan di rumah DAP di Kecamatan Kanigaran. Kasus yang menjerat seorang janda satu anak ini masih terus didalami penyidik. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/