alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

KPK Sebut Ada Peran Hasan Aminuddin di Tiap Mutasi Pemkab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang kasus jual beli jabatan yang menyandung Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, masih berlanjut di pemeriksaan saksi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah banyak menghadirkan sejumlah saksi.

Seperti sidang yang digelar Jumat (25/3). Doddy Kurniawan mantan Camat Krejengan dihadirkan dalam sidang dugaan korupsi suap jual beli jabatan Pj Kades di Kabupaten Probolinggo.

Arif Suhermanto salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK mengatakan, keterangan saksi yang dihadirkan, sangat menguatkan dugaan praktik korupsi suap jual beli jabatan Pj Kades di Kabupaten Probolinggo. Doddy saat menjabat Camat Bantaran tahun 2019, pernah juga mendengar dari senior-senior, pengusulan Pj kades harus ada uang untuk terdakwa Hasan dan mendapatkan persetujuan dari terdakwa Hasan.

”Saksi Doddy menyerahkan uang Rp 30 juta, jadi tiap Pj Kades itu Rp 15 jutaan. Uang itu diserahkan langsung pada terdakwa Hasan di Pondok Hati (Kraksaan),” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sementara itu, Agus Sudjatmoko selaku penasihat hukum (PH) terdakwa Tantri dan Hasan mengatakan, perkara kliennya ada tiga peristiwa. Pertama dugaan pemberian uang Sumarto ke Hasan melalui Doddy sebagai Pj Kades Karangren. Kedua, perkara penunjukan 12 Pj Kades di Krejengan. Terakhir calon Pj Kades di Paiton.

Di Paiton, Ridwan mantan camat Paiton baru terima uang Rp 20 juta dari Sugito Pj Kades. Tapi itu tahunya uang dari Sugito saat persidangan. Karena, uang itu diterima Ridwan dari Abdul Hamid. ”Uang itu belum terima Pak Hasan. Uang yang disita Rp 112 juta itu, uang pribadi Ridwan, jasa PPAT,” terangnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang kasus jual beli jabatan yang menyandung Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, masih berlanjut di pemeriksaan saksi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah banyak menghadirkan sejumlah saksi.

Seperti sidang yang digelar Jumat (25/3). Doddy Kurniawan mantan Camat Krejengan dihadirkan dalam sidang dugaan korupsi suap jual beli jabatan Pj Kades di Kabupaten Probolinggo.

Arif Suhermanto salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK mengatakan, keterangan saksi yang dihadirkan, sangat menguatkan dugaan praktik korupsi suap jual beli jabatan Pj Kades di Kabupaten Probolinggo. Doddy saat menjabat Camat Bantaran tahun 2019, pernah juga mendengar dari senior-senior, pengusulan Pj kades harus ada uang untuk terdakwa Hasan dan mendapatkan persetujuan dari terdakwa Hasan.

”Saksi Doddy menyerahkan uang Rp 30 juta, jadi tiap Pj Kades itu Rp 15 jutaan. Uang itu diserahkan langsung pada terdakwa Hasan di Pondok Hati (Kraksaan),” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sementara itu, Agus Sudjatmoko selaku penasihat hukum (PH) terdakwa Tantri dan Hasan mengatakan, perkara kliennya ada tiga peristiwa. Pertama dugaan pemberian uang Sumarto ke Hasan melalui Doddy sebagai Pj Kades Karangren. Kedua, perkara penunjukan 12 Pj Kades di Krejengan. Terakhir calon Pj Kades di Paiton.

Di Paiton, Ridwan mantan camat Paiton baru terima uang Rp 20 juta dari Sugito Pj Kades. Tapi itu tahunya uang dari Sugito saat persidangan. Karena, uang itu diterima Ridwan dari Abdul Hamid. ”Uang itu belum terima Pak Hasan. Uang yang disita Rp 112 juta itu, uang pribadi Ridwan, jasa PPAT,” terangnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/