alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Usai Ngopi, Pemuda asal Jati Dibacok

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga Jalan W.R. Supratman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Muhammad Azizul Hakim, 24, harus mendapatkan perawatan medis. Tanpa sebab yang jelas, ia dibacok seorang pemuda berinisial JM.

Karenanya, kemarin korban melaporkan aksi pembacokan itu ke Mapolsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota. Korban mengatakan, pembacokan itu terjadi pada Senin (24/2) sekitar pukul 17.30.

Awalnya, sekitar pukul 16.00, korban mengaku bersama sejumlah temannya nongkrong di sekitar indekos rekannya yang berinisial D di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Jati. Rupanya, di dalam kamar indekos lantai dua ada lelaki berinisial JM bersama pacarnya yang berinisial YT.

Entah mengapa, JM yang diduga mabuk marah-marah serta menantang sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di sekitar indekos D. “Saya tahu jika dia JM karena teman saya kenal dengan YT. YT ini pacarnya JM. Tidak tahu mengapa, seolah JM seperti mabuk. Dia marah-marah dan nantangin,” ujarnya.

Menurut korban, saat itu JM mengaku berasal dari Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Kepada sejumlah pemuda, ia mengatakan tidak takut dengan siapapun. “Kami yang sedang nongkrong tidak ada yang meladeninya. Kami diam saja,” ujar korban di hadapan penyidik Polsek Mayangan.

Tak lama kemudian, korban bersama empat temannya pergi dari sekitar indekos D. Mereka ngopi di sekitar Kecamatan Wonoasih. “Saya pulang ngopi sekitar pukul 17.30. Saat itu saya pulang paling akhir,” ujarnya.

Tiba-tiba, sesampai Jalan Letjen Suprapto, dari belakang ada dua sepeda motor yang dikendarai tiga orang menguntit korban. Ternyata, salah satunya JM.

“JM langsung memotong dan memberhentikan motor saya. Saya berhenti karena JM tiba-tiba mukul saya, saya balik mukul. Tiba-tiba dari belakang satu orang membacok saya. Saya sadarnya dibacok saat baju saya terasa basah dan ternyata itu darah dari kepala saya. Sementara, satu lagi mau mengeluarkan celurit, tapi saya minta ampun,” ujarnya.

Kejadian ini mengundang perhatian warga. Karena semakin banyak yang datang, para terlapor memilih kabur. Dua orang yang membawa celurit kabur ke selatan, sedangkan JM melarikan diri ke utara.

“Saya yang masih sadar berusaha mengejar JM. Sayangnya, karena saya kehabisan darah, saya pusing dan menabrak rombong. Saya ditolong warga dan dibawa ke IGD RSUD Mohamad Saleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi mengaku sudah mengantongi identitas para terlapor. “Tadi malam kami sudah sebar anggota dan sudah teridentifikasi. Namun, kami minta (korban) laporan dulu agar terbit LP-nya. Kami juga mengamankan barang bukti berupa sarung celurit yang tertinggal di lokasi kejadian,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga Jalan W.R. Supratman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Muhammad Azizul Hakim, 24, harus mendapatkan perawatan medis. Tanpa sebab yang jelas, ia dibacok seorang pemuda berinisial JM.

Karenanya, kemarin korban melaporkan aksi pembacokan itu ke Mapolsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota. Korban mengatakan, pembacokan itu terjadi pada Senin (24/2) sekitar pukul 17.30.

Awalnya, sekitar pukul 16.00, korban mengaku bersama sejumlah temannya nongkrong di sekitar indekos rekannya yang berinisial D di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Jati. Rupanya, di dalam kamar indekos lantai dua ada lelaki berinisial JM bersama pacarnya yang berinisial YT.

Entah mengapa, JM yang diduga mabuk marah-marah serta menantang sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di sekitar indekos D. “Saya tahu jika dia JM karena teman saya kenal dengan YT. YT ini pacarnya JM. Tidak tahu mengapa, seolah JM seperti mabuk. Dia marah-marah dan nantangin,” ujarnya.

Menurut korban, saat itu JM mengaku berasal dari Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Kepada sejumlah pemuda, ia mengatakan tidak takut dengan siapapun. “Kami yang sedang nongkrong tidak ada yang meladeninya. Kami diam saja,” ujar korban di hadapan penyidik Polsek Mayangan.

Tak lama kemudian, korban bersama empat temannya pergi dari sekitar indekos D. Mereka ngopi di sekitar Kecamatan Wonoasih. “Saya pulang ngopi sekitar pukul 17.30. Saat itu saya pulang paling akhir,” ujarnya.

Tiba-tiba, sesampai Jalan Letjen Suprapto, dari belakang ada dua sepeda motor yang dikendarai tiga orang menguntit korban. Ternyata, salah satunya JM.

“JM langsung memotong dan memberhentikan motor saya. Saya berhenti karena JM tiba-tiba mukul saya, saya balik mukul. Tiba-tiba dari belakang satu orang membacok saya. Saya sadarnya dibacok saat baju saya terasa basah dan ternyata itu darah dari kepala saya. Sementara, satu lagi mau mengeluarkan celurit, tapi saya minta ampun,” ujarnya.

Kejadian ini mengundang perhatian warga. Karena semakin banyak yang datang, para terlapor memilih kabur. Dua orang yang membawa celurit kabur ke selatan, sedangkan JM melarikan diri ke utara.

“Saya yang masih sadar berusaha mengejar JM. Sayangnya, karena saya kehabisan darah, saya pusing dan menabrak rombong. Saya ditolong warga dan dibawa ke IGD RSUD Mohamad Saleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi mengaku sudah mengantongi identitas para terlapor. “Tadi malam kami sudah sebar anggota dan sudah teridentifikasi. Namun, kami minta (korban) laporan dulu agar terbit LP-nya. Kami juga mengamankan barang bukti berupa sarung celurit yang tertinggal di lokasi kejadian,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/