Setiyono Ajukan Pindah Tahanan, Ini Alasannya

SIDOARJO – Setelah mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penasihat hukum Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono, langsung menyatakan tak mengajukan eksepsi.

“Kami nggak eksepsi. Apa yang mau dieksepsi? Ini jaksa ini teman lama saya bersidang. Mereka sudah ahli membuat dakwaan, nggak mungkin ada yang kabur atau salah-salah. Kalau materi perkara, itu nanti di pleidoi kami masukkan semuanya,” kata Rudi Alfonso, kuasa hukum Setiyono.

Rudi dalam kesempatan itu mengajukan pemindahan penahanan untuk Setiyono. Ia beralasan, kondisi kesehatan Setiyono selama ditahan di Rutan Mapolda Jawa Timur selama ini mengalami penurunan. Hal itu juga yang dikeluhkan Wali Kota Pasuruan nonaktif itu kepada tim penasihat hukumnya.

“Beliau ada keluhan, umurnya sudah tua dan sakit tulang belakang. Kalau tidur tanpa alas itu ada masalah. Khawatirnya dia sakit dan tidak bisa hadir dalam sidang. Proses penahanan ini kan harus mempertimbangkan asas praduga tak bersalah, harus diperlakukan secara manusiawi,” kata Rudi.

Selain itu, Rudi juga menyayangkan ada batasan waktu untuk menemui kliennya di Rutan Mapolda Jatim. “Kami juga sampaikan kesulitan untuk konsultasi. Pekan lalu staf saya konsultasi, 15 menit aja suruh pergi. Itu gimana, orang mau sidang konsultasi cuma lima belas menit. Ya nggak boleh dibatasi dong,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar Setiyono yang jadi terdakwa usai kena OTT KPK dapat dipindahkan ke tempat lain. Pihaknya mengusulkan dua lokasi. Yakni, Lapas Sidoarjo dan Lapas Surabaya. “Dari opsi yang diusulkan mana di antara yang paling efisien. Karena waktu sidang kan jaksa mengambil tahanan agar tidak mengganggu jadwal sidang juga,” kata Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan.

“Pada prinsipnya, dari kami tidak ada permasalahan apabila dipindahkan. Bisa dipindahkan ke Lapas Sidoarjo karena ada tahanan KPK juga di sana,” kata JPU KPK Ferdinan Adi Nugroho. (tom/rf/mie)