alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Dicuri, Sapi Warga Gunung Geni Ditemukan 25 Km dari Kandang

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kawanan maling sapi beraksi di Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Selasa (25/1), mereka menggondol seekor sapi milik Mistur, 35, warga Dusun Glintongan, Desa Gunung Geni. Beruntung, sapi putih itu masih berhasil ditemukan setelah warga mencarinya.

Sebeluamnya, maling membawa kabur sapi ini dari kandang yang mennadi satu lokasi dengan rumah korban. Di kandang itu terdapat dua ekor sapi. Seekor sapi indukan dan seekor sapi anakan.

Lingkungan sekitar tergolong sepi. Ada beberapa rumah, namun tidak berdekatan. Sekitar pukul 01.00, korban masih sempat memberikan pakan. “Kandang memang berada satu lokasi dengan rumah. Namun, berada di bagian paling belakang,” ujar Perangkat Desa Gunung Geni Yudi Hasan.

Selang satu jam kemudian, korban terbangun. Pikirannya tidak tenang. Ia pun mengecek sapinya. Ternyata, indukan sapinya sudah raib. Pintu kandang terbuka. Korban pun membangunkan warga menggunakan kentongan.

“Saat kejadian ada 6 orang dalam rumah. Yakni, Mistur, istri, dan anak-anaknya. Namun, tidak ada yang mendengar suara kaki atau bunyi suara sapi,” ujarnya.

Mendengar suara kentongan, warga mendatangi lokasi kejadian. Puluhan warga itu langsung bergotong royong mencari sapi korban. Semua titik yang dicurigai menjadi tempat kawanan maling membawa sapi dikepung.

“Titik penyebaran menyerupai tapal kuda. Sisi sebelah timur, selatan, dan barat Desa Gunung Geni, ada orang yang berjaga,” tandasnya.

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kawanan maling sapi beraksi di Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Selasa (25/1), mereka menggondol seekor sapi milik Mistur, 35, warga Dusun Glintongan, Desa Gunung Geni. Beruntung, sapi putih itu masih berhasil ditemukan setelah warga mencarinya.

Sebeluamnya, maling membawa kabur sapi ini dari kandang yang mennadi satu lokasi dengan rumah korban. Di kandang itu terdapat dua ekor sapi. Seekor sapi indukan dan seekor sapi anakan.

Lingkungan sekitar tergolong sepi. Ada beberapa rumah, namun tidak berdekatan. Sekitar pukul 01.00, korban masih sempat memberikan pakan. “Kandang memang berada satu lokasi dengan rumah. Namun, berada di bagian paling belakang,” ujar Perangkat Desa Gunung Geni Yudi Hasan.

Selang satu jam kemudian, korban terbangun. Pikirannya tidak tenang. Ia pun mengecek sapinya. Ternyata, indukan sapinya sudah raib. Pintu kandang terbuka. Korban pun membangunkan warga menggunakan kentongan.

“Saat kejadian ada 6 orang dalam rumah. Yakni, Mistur, istri, dan anak-anaknya. Namun, tidak ada yang mendengar suara kaki atau bunyi suara sapi,” ujarnya.

Mendengar suara kentongan, warga mendatangi lokasi kejadian. Puluhan warga itu langsung bergotong royong mencari sapi korban. Semua titik yang dicurigai menjadi tempat kawanan maling membawa sapi dikepung.

“Titik penyebaran menyerupai tapal kuda. Sisi sebelah timur, selatan, dan barat Desa Gunung Geni, ada orang yang berjaga,” tandasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/