Bukti Tak Cukup, Terduga Pelempar Bondet Dibebaskan

BANTARAN, Radar Bromo – Warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berinisial SL, 33, bisa bernapas lega. Pria yang diamankan karena diduga pelempar bondet itu dibebaskan dan kini statusnya hanya sebagai saksi.

Sebab, setelah penyidik Polres Probolinggo melakukan penyelidikan, SL tidak cukup bukti untuk dijadikan tersangka. Bahkan, setelah menjalani pemeriksaan, SL dipersilakan pulang.

Penasihat hukum SL, Bambang Wahyudi mengatakan, kliennya bukan diamankan polisi. Melainkan, saat itu pada 10 Desember 2019, didampingi dirinya menyerahkan diri ke Mapolsek Bantaran karena beberapa hari sebelumnya rumah SL digerebek polisi. Sedangkan, kliennya saat itu tidak di rumah karena menemani mertuanya yang sedang sakit.

“Karena ketakutan rumahnya didatangi polisi lagi, SL didampingi saya mendatangi Mapolsek Bantaran untuk menjalani pemeriksaan. Karena SL yakin tidak terlibat dalam kasus pelemparan bondet yang sempat ramai itu,” ujarnya, Selasa (24/12).

Setelah mendatangi Mapolsek, ternyata kasusnya dilimpahkan ke Mapolres Probolinggo. Siang itu juga, SL diperiksa di Mapolres. Pihaknya juga membawa empat saksi yang menguatkan SL tidak terlibat dalam pelemparan bondet.

“Alhamdulillah, setelah menjalani pemeriksaan, termasuk empat orang yang menjadi saksi, SL sore harinya diperbolehkan pulang. Karena memang tidak cukup bukti. Bahkan, empat saksi yang kami bawa memberikan surat pernyataan, bahwa SL saat kejadian sedang menunggu mertuanya yang sakit sampai meninggal,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, hasil penyelidikan awalnya mengarah pada SL. Karena itu, pihaknya menjemput SL di rumahnya untuk diperiksa. Karena tidak ada, beberapa hari kemudian SL didampingi pengacara datang ke Mapolsek.

“Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, ternyata masih belum cukup bukti SL terlibat dalam pelemparan bondet itu. Selain itu, SL juga membawa saksi yang menerangkan saat kejadian ada di tempat lain. Sekarang kami masih selidiki dan dalami lagi kasusnya,” ujarnya.

Diketahui, Kamis (5/12), sekitar pukul 02.45, warga Dusun Tengah, Desa Kramatagung, Kecamatan Bantaran, digegerkan dengan suara ledakan bondet. Ternyata, bondet itu meledak di rumah Suhermanto dan menyebabkan kaca jendelanya rusak.

Kejadian serupa juga terjadi sekitar tiga pekan sebelumnya di desa yang sama. Pelaku melempar bondet ke teras rumah warga. Beruntung tidak ada korban dalam dua kejadian itu. Polisi sempat menduga pelakunya adalah SL. Namun, dari hasil penyelidikan tidak cukup bukti. (mas/rud)