28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Lelaki Misterius Bacok Dua Pemotor di Wonoasih

KEDOPOK, Radar Bromo – Dua pembacokan terjadi dalam waktu berdekatan di dua tempat yang berbeda di Kota Probolinggo. Jumat (25/11) dini hari, tiga orang dibacok. DUa terluka. Diduga, pelaku adalah orang yang sama.

Pembacokan pertama terjadi di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok. Korbannya dua orang. Yaitu, Sabar, 29, warga Jalan Bentoel, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih.

Saat itu, Sabar dalam perjalanan pulang dari Surabaya bersama Sukur, 29. Mereka berboncengan naik motor Honda Beat. Sukur yang menyetir dan Sabar dibonceng.

Sekitar pukul 01.30, mereka melintas di Jalan Profesor Hamka. Melaju dari barat ke timur. Di dekat Rumah Sakit Ar Rozi, seorang tak dikenal mengendarai motor Honda Vario dari arah timur.

Lalu tiba-tiba, lelaki ini menghadang Sukur dan Sabar. Tanpa pikir panjang, Sukur langsung belok ke utara untuk menghindari lelaki itu.

Baca Juga:  Curanmor Kian Marak di Probolinggo, Wali Kota Minta Warga Jadi “Polisi”

Tapi, lelaki itu ternyata ikut berbelok ke utara. Lalu, dia langsung mengeluarkan sebilah celurit. Kemudian,  menyabet Sukur dan Sabar. Sukur tidak terluka, karena sabetan itu mengenai jaketnya.

Namun, sabetan celurit itu mengenai pergelangan tangan kanan Sabar. Sabar pun langsung roboh ke arah bahu jalan sebelah kiri.

Usai membacok, lelaki tak dikenal itu kabur. Sementara Sabar langsung dilarikan ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh oleh Sukur dan kerabatnya, Arman.

Sampai Jumat malam (25/11), Sabar masih dirawat di IGD RSUD dr Mohamad Saleh. Dia terancam cacat seumur hidup, karena bacokan pelaku membuat urat di pergelangan tangan kanannya putus.

“Sabar ini sebelumnya penjual kerupuk. Karena sepi, ia menjadi kuli bangunan di Surabaya, tapi tidak betah. Sabar ini tidak pernah ada musuh. Makanya saya heran kenapa tiba-tiba ada yang bacok,” ungkap Arman saat ditemui di rumahnya di Jalan Bentoel.

Baca Juga:  Polisi: Kasus Bacokan di Leces Bisa Ada 3 Tersangka

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengungkapkan, peristiwa ini murni penganiayaan. Sebab, tidak ada barang milik korban yang diambil pelaku. Pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan aksi pembacokan.

“Korban sudah melapor ke Polres Probolinggo Kota. Kami masih mendalami peristiwa itu. Yang jelas bukan pembegalan,” terang Zainullah.

Pembacokan serupa juga dialami Abdul Kholik, 27, alias Choi. Warga Dusun Je’eh, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolingo, itu dibacok di dekat Pasar Ternak Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kejadiannya sama, Jumat dini hari (25/11). Sekitar setengah jam setelah pembacokan di Jalan Prof. Hamka. Yaitu pukul 02.00. (riz/hn)

KEDOPOK, Radar Bromo – Dua pembacokan terjadi dalam waktu berdekatan di dua tempat yang berbeda di Kota Probolinggo. Jumat (25/11) dini hari, tiga orang dibacok. DUa terluka. Diduga, pelaku adalah orang yang sama.

Pembacokan pertama terjadi di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok. Korbannya dua orang. Yaitu, Sabar, 29, warga Jalan Bentoel, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih.

Saat itu, Sabar dalam perjalanan pulang dari Surabaya bersama Sukur, 29. Mereka berboncengan naik motor Honda Beat. Sukur yang menyetir dan Sabar dibonceng.

Sekitar pukul 01.30, mereka melintas di Jalan Profesor Hamka. Melaju dari barat ke timur. Di dekat Rumah Sakit Ar Rozi, seorang tak dikenal mengendarai motor Honda Vario dari arah timur.

Lalu tiba-tiba, lelaki ini menghadang Sukur dan Sabar. Tanpa pikir panjang, Sukur langsung belok ke utara untuk menghindari lelaki itu.

Baca Juga:  Dor..Dor..Dor Penderita Gangguan Jiwa Ngamuk di Pakistaji Ditangkap

Tapi, lelaki itu ternyata ikut berbelok ke utara. Lalu, dia langsung mengeluarkan sebilah celurit. Kemudian,  menyabet Sukur dan Sabar. Sukur tidak terluka, karena sabetan itu mengenai jaketnya.

Namun, sabetan celurit itu mengenai pergelangan tangan kanan Sabar. Sabar pun langsung roboh ke arah bahu jalan sebelah kiri.

Usai membacok, lelaki tak dikenal itu kabur. Sementara Sabar langsung dilarikan ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh oleh Sukur dan kerabatnya, Arman.

Sampai Jumat malam (25/11), Sabar masih dirawat di IGD RSUD dr Mohamad Saleh. Dia terancam cacat seumur hidup, karena bacokan pelaku membuat urat di pergelangan tangan kanannya putus.

“Sabar ini sebelumnya penjual kerupuk. Karena sepi, ia menjadi kuli bangunan di Surabaya, tapi tidak betah. Sabar ini tidak pernah ada musuh. Makanya saya heran kenapa tiba-tiba ada yang bacok,” ungkap Arman saat ditemui di rumahnya di Jalan Bentoel.

Baca Juga:  Kasus Carok di Leces Berakhir Damai, Pelakunya Mengaku Sama-sama Khilaf

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengungkapkan, peristiwa ini murni penganiayaan. Sebab, tidak ada barang milik korban yang diambil pelaku. Pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan aksi pembacokan.

“Korban sudah melapor ke Polres Probolinggo Kota. Kami masih mendalami peristiwa itu. Yang jelas bukan pembegalan,” terang Zainullah.

Pembacokan serupa juga dialami Abdul Kholik, 27, alias Choi. Warga Dusun Je’eh, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolingo, itu dibacok di dekat Pasar Ternak Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kejadiannya sama, Jumat dini hari (25/11). Sekitar setengah jam setelah pembacokan di Jalan Prof. Hamka. Yaitu pukul 02.00. (riz/hn)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru