alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Edarkan Sabu, Kasun di Desa Tambakrejo Tongas Dibekuk

MAYANGAN,Radar Bromo – Sebagai aparatur pemerintah, Sunjoto, 45, warga Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, seharusnya berperilaku baik. Namun, kepala Dusun Gardu, Desa Tambakrejo, ini malah berurusan dengan polisi karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Karenanya, kini kepala dusun itu harus mendekam di sel Mapolres Probolinggo Kota. Ia dibekuk dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,33 gram; satu unit sepeda motor Yamaha Nmax bernopol N 5821 SU; dan satu unit handphone. Kini, penyidik masih terus mendalami jaringannya.

“Kami terus melakukan pendalaman pada jaringan yang telah tertangkap. Mengingat hasil dari interogasi sementara, barang didapatkan dari luar daerah. Ada dari Lumajang, Pasuruan, dan Surabaya,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari.

Kemarin, Sunjoto dibeberkan kepada awak media bersama 9 tersangka yang terlibat dalam 7 kasus. Tujuh kasus itu terdiri dari 1 kasus edar farmasi dan 6 kasus narkotika. Dari sejumlah kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 2009 butir pil dextro, 100 butir pil trihexypenidyl, dan 13.03 gram sabu-sabu.

Jauhari mengatakan, dari kesembilan tersangka, mayoritas bekerja sebagai sopir. Mereka mengkonsumsi narkotika beralasan untuk menambah stamina. Selain Sunjoto, tersangka kasus narkotika itu ada Umarul Faruq, 30, dan Mursidi Sandi, 40. Mereka warga Desan Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Dari mereka, polisi mengamakan sabu-sabu 0,52 gram dan dua unit HP.

Kemudian, ada Hanis Pramono, 30, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Bersamanya, polisi mengamankan sabu-sabu seberat 0.05 gram dan dua unit HP. Berikutnya, ada Abdul Wachid, 29 warga Desa Dungun, Kecamatan Tongas dan Usman, 26, warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. Mereka dibekuk dengan barang bukti 2.009 butir pil dextro; 100 butir trihexypenidyl, dan satu unit HP.

Lalu, ada Eysro Bagus, 29, warga Kabupaten Jember. Ia diamankan karena memiliki sabu-sabu seberat 0.50 gram. Kemudian, Achmat 37, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti dua kemasan sabu seberat 1,15 gram dan 0,48 gram.

Terakhir, ada Slamet Achmad Fatoni, 38, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia dibekuk dengan barang bukti sabu seberat 9,8 gram dan satu unit HP. Serta, 3 buah timbangan, 62 pipet kaca, 150 lembar plastik, 250 lebar plastik klip kecil, sebuah tas, 2 buah korek api, dan sebuah sekop.

“Dengan barang bukti ini, dipastikan Slamet ini juga pengedar. Untuk pemula per gram ia jual Rp 2 juta. Sedangkan, untuk langganan dijual Rp 1,8 juta,” ujar Jauhari.

Jauhari mengaku akan berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. “Bahkan, tersangka yang merupakan aparat pemerintah juga kami dalami. Tersangka diancam dengan hukuman di atas 10 tahun sampai 20 tahun,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU