alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Bawa Kabur HP di Jl Lumajang, Warga Kanigaran Dimassa

KANIGARAN,Radar Bromo – Seorang warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Muhammad Abdullah, 40, dihakimi warga. Selasa (24/11), pria yang menikah dengan warga Kabupaten Lumajang, itu dimassa setelah gagal membawa kabur satu unit handphone (HP) dari sebuah konter di Jalan Lumajang, Kota Probolinggo.

Beruntung, saat tersangka tertangkap dan dimassa, ada anggota Polsek yang sedang patroli. Sehingga, tersangka bisa segera diamankan dari amukan warga yang geram ke Mapolsek Mayangan.

Kapolsek Mayangan Kompol Bambang Ponco mengatakan, tersangka beraksi sekitar pukul 10.30. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernopol N 2761 ZU, ia mendatangi sebuah konter di Jalan Lumajang, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Di konter HP milik Eka Prayuga Arisandi, 29, itu tersangka berpura-pura menjadi calon pembeli HP. Kepada korban, tersangka meminta izin melihat dan memeriksa HP Xiaomi-nya. Namun, ketika sudah memegang HP yang diminta, tersangka langsung kabur.

Mengetahui itu, spontan korban meneriakinya maling. Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini langsung berupaya menghentikan paksa tersangka yang berusaha kabut mengendarai motornya.

Upaya warga berhasil. Sekitar 100 meter dari konter, tersangka terjatuh. Tak ayal, tanpa komando warga yang geram langsung menghakiminya. Warga memberi tersangka hadiah bogem mentah.

Beruntung tak jauh dari lokasi, ada anggota Polsek Mayangan, yang sedang patroli. Sehingga, tersangka langsung diamankan ke Mapolsek Mayangan. “Saat kejadian ada petuas yang patroli. Sehingga, langsung mengamankan pelaku sebelum banyak warga,” ujar Bambang Ponco.

Tersangka mengaku bukan hanya kali ini melakukan tindakan kriminal. Ia mencuri HP dengan modus yang sama sudah kali kelima. Dua kali di Kota Probolinggo dan tiga kali di Kabupaten Probolinggo. Tindakan melanggar hukum itu dilakukan selama sebulan terakhir. Alasannya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, bapak dua anak ini pernah dipenjara karena kasus perkelahian. Ia bebas dari penjara pada 2003. “Saya asli Cokro (Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo). Menikah dengan orang Klakah (Lumajang). Saya baru sebulan jambret. Sudah lima kali dengan saat ini (yang tertangkap). HP-nya saya jual di Klakah. Ada yang (laku) Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. Uangnya buat makan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang kini berdomisili di Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mayangan. “Saat ini kami dalami. Termasuk masuk pasal yang mana. Yang jelas dia terancam hukuman di atas 5 tahun penjara,” ujar Bambang Ponco. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU