alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Jaksa Bidik ”Tersangka Berjamaah” di Penyidikan Kasus BOP di Kemenag

BANGIL, Radar Bromo – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) yakin pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyimpangan bantuan operasional pendidikan (BOP) di Kemenag Kabupaten Pasuruan, banyak yang terlibat.

Keyakinan penyidik itu berdasar keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang telah didapat. Indikasinya jelas, pemotongan BOP tersebut diduga dilakukan banyak pihak. Tidak hanya satu orang.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menyatakan, terus mendalami fakta-fakta terkait kasus BOP itu. Pemeriksaan masih dilanjutkan. Tujuannya, bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi semakin lengkap. Kasusnya semakin jelas.

”Masih progres. Kami masih melengkapi bukti-bukti untuk memastikan tersangka,” tegasnya. Denny meyakinkan bahwa calon tersangka kasus BOP ini bakal lebih dari satu. Sebab, banyak pihak yang terlibat penyimpangan.

Siapa saja mereka? ”Kami dalami dulu. Dengan pendalaman sementara yang kami lakukan, bisa jadi, tersangkanya lebih dari satu orang,” imbuhnya.

Pengusutan kasus BOP dilakukan sejak awal 2021. Ada dugaan pemotongan bantuan dari Kemenag RI. Bantuan yang seharusnya dipergunakan untuk pelaksanaan prokes di lingkungan TPQ, madin, dan ponpes tersebut dipotongi. Nilai pemotongan bervariasi. Antara 20 persen hingga 50 persen dari nilai bantuan.

Di Kabupaten Pasuruan, ada kurang lebih 1.400 lembaga terkait. Mulai TPQ, madin, serta ponpes. Masing-masing lembaga dikucuri bantuan dengan nilai berbeda. Untuk madin dan TPQ, rata-rata bantuan Rp 10 juta.

BANGIL, Radar Bromo – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) yakin pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyimpangan bantuan operasional pendidikan (BOP) di Kemenag Kabupaten Pasuruan, banyak yang terlibat.

Keyakinan penyidik itu berdasar keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang telah didapat. Indikasinya jelas, pemotongan BOP tersebut diduga dilakukan banyak pihak. Tidak hanya satu orang.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menyatakan, terus mendalami fakta-fakta terkait kasus BOP itu. Pemeriksaan masih dilanjutkan. Tujuannya, bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi semakin lengkap. Kasusnya semakin jelas.

”Masih progres. Kami masih melengkapi bukti-bukti untuk memastikan tersangka,” tegasnya. Denny meyakinkan bahwa calon tersangka kasus BOP ini bakal lebih dari satu. Sebab, banyak pihak yang terlibat penyimpangan.

Siapa saja mereka? ”Kami dalami dulu. Dengan pendalaman sementara yang kami lakukan, bisa jadi, tersangkanya lebih dari satu orang,” imbuhnya.

Pengusutan kasus BOP dilakukan sejak awal 2021. Ada dugaan pemotongan bantuan dari Kemenag RI. Bantuan yang seharusnya dipergunakan untuk pelaksanaan prokes di lingkungan TPQ, madin, dan ponpes tersebut dipotongi. Nilai pemotongan bervariasi. Antara 20 persen hingga 50 persen dari nilai bantuan.

Di Kabupaten Pasuruan, ada kurang lebih 1.400 lembaga terkait. Mulai TPQ, madin, serta ponpes. Masing-masing lembaga dikucuri bantuan dengan nilai berbeda. Untuk madin dan TPQ, rata-rata bantuan Rp 10 juta.

MOST READ

BERITA TERBARU

/