alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Bawa Celurit ke Kantor Polisi, Warga Lebaksari Wonorejo Dibekuk

WONOREJO, Radar Bromo – Nyali M. Sapi’i tidak perlu diragukan lagi. Betapa tidak. Berani-beraninya lelaki 52 tahun itu membawa senjata tajam ke kantor polisi. Aksinya seperti pepatah Jawa; ula marani gebug. Nekat, tapi konyol.

Sapi’i dijebloskan ke tahanan. Warga Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, itu pun harus melewati Lebaran jauh dari keluarga. Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam pada Kamis (21/4).

Sapi’i memang orang yang bermasalah. Sore itu, dia datang bersama Toyib. Mulanya Toyib bertemu Sapi’i di jalan. Dia lalu menagih uangnya yang dibawa Sapi’i untuk modal usaha. Namun, Sapi’i tak menggubris. Dia banyak alasan. Lelaki paro baya itu bahkan menantang Toyib untuk menyelesaikan masalah itu di kantor polisi. Karena itu, dua lelaki tersebut lantas mendatangi Mapolsek Wonorejo.

”Namun, setelah kami runtut masalahnya, TKP dugaan tindak penipuan ini ada di wilayah Kraton. Maka kami arahkan ke Polres Pasuruan Kota,” beber Kapolsek Wonorejo AKP Sumaryanto.

Kedua lelaki itu sepakat. Mereka hendak menuju ke Mapolres. Namun, ketika Sapi’i tengah memacu kendaraannya, polisi menaruh curiga. Sekilas terlihat ada yang tidak beres dengan jok motor Yamaha Mio yang ditumpangi Sapi’i. Jok motor itu terganjal sesuatu. Posisinya tidak tertutup sempurna. Polisi cepat-cepat menghadangnya sebentar. Lalu, memeriksa motor Sapi’i.

”Ternyata benar kecurigaan kami. Dia bawa sajam di dalam jok motornya,” beber Sumaryanto.

Alhasil, Sapi’i pun harus kembali ke polsek untuk diinterogasi. Kepada petugas, dia mengaku sengaja membawa celurit berbungkus sarung kulit itu untuk berjaga-jaga. Namun, bagi polisi, alasan itu tidak dapat dibenarkan. Sebab, senjata tajam itu bisa saja disalahgunakan. Misalnya, melukai orang lain.

WONOREJO, Radar Bromo – Nyali M. Sapi’i tidak perlu diragukan lagi. Betapa tidak. Berani-beraninya lelaki 52 tahun itu membawa senjata tajam ke kantor polisi. Aksinya seperti pepatah Jawa; ula marani gebug. Nekat, tapi konyol.

Sapi’i dijebloskan ke tahanan. Warga Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, itu pun harus melewati Lebaran jauh dari keluarga. Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam pada Kamis (21/4).

Sapi’i memang orang yang bermasalah. Sore itu, dia datang bersama Toyib. Mulanya Toyib bertemu Sapi’i di jalan. Dia lalu menagih uangnya yang dibawa Sapi’i untuk modal usaha. Namun, Sapi’i tak menggubris. Dia banyak alasan. Lelaki paro baya itu bahkan menantang Toyib untuk menyelesaikan masalah itu di kantor polisi. Karena itu, dua lelaki tersebut lantas mendatangi Mapolsek Wonorejo.

”Namun, setelah kami runtut masalahnya, TKP dugaan tindak penipuan ini ada di wilayah Kraton. Maka kami arahkan ke Polres Pasuruan Kota,” beber Kapolsek Wonorejo AKP Sumaryanto.

Kedua lelaki itu sepakat. Mereka hendak menuju ke Mapolres. Namun, ketika Sapi’i tengah memacu kendaraannya, polisi menaruh curiga. Sekilas terlihat ada yang tidak beres dengan jok motor Yamaha Mio yang ditumpangi Sapi’i. Jok motor itu terganjal sesuatu. Posisinya tidak tertutup sempurna. Polisi cepat-cepat menghadangnya sebentar. Lalu, memeriksa motor Sapi’i.

”Ternyata benar kecurigaan kami. Dia bawa sajam di dalam jok motornya,” beber Sumaryanto.

Alhasil, Sapi’i pun harus kembali ke polsek untuk diinterogasi. Kepada petugas, dia mengaku sengaja membawa celurit berbungkus sarung kulit itu untuk berjaga-jaga. Namun, bagi polisi, alasan itu tidak dapat dibenarkan. Sebab, senjata tajam itu bisa saja disalahgunakan. Misalnya, melukai orang lain.

MOST READ

BERITA TERBARU

/