Kembali Nyabu, Napi Pembebasan Bersyarat asal Purwodadi Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Apa yang dilakukan Waliyan, 26, warga Desa Seloan, Kecamatan Purwodadi, benar-benar keterlaluan. Bukannya berbuat baik agar bisa segera keluar dari penjara, ia malah kembali berulah.

Akibatnya, lelaki yang pernah kesandung masalah narkoba ini, kembali harus meringkuk di penjara. Ia ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan, Senin (23/3). Penangkapan tersebut berlangsung di sebuah indekos yang ada di Buluagung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 04.00.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan menyampaikan, tersangka merupakan seorang napi yang mendapat Pembebasan Bersyarat (PB) dari Rutan Bangil. Ia pernah menjadi tamping serta memperoleh pembebasan bersyarat tersebut selama sebulan terakhir.

“Masa PB itu tinggal dua bulan. Tapi, tersangka kembali berulah dengan mengedarkan sabu-sabu,” kata Rofik dalam pres rilis kemarin (24/3).

Rofik menambahkan, tersangka memang pernah ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan pada 2018 lalu. Ia ditangkap atas kasus yang sama, penyalahgunaan narkoba. Gara-gara itulah, ia divonis dua tahun penjara.

Tersangka kemudian menerima PB tiga bulan. Masa PB itu telah dijalaninya sebulan terakhir. Tinggal dua bulan, namun kesempatan bebas itu disia-siakannya. Ia kembali melakoni bisnis haramnya.

Petugas menangkap tersangka di sebuah indekos yang ada di Buluagung. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu kantong klip sabu-sabu seberat 0,27 gram.

Petugas juga mengamankan handphone genggam milik tersangka yang biasa digunakannya untuk bertransaksi. “Atas temuan itu, anggota Satresnarkoba kemudian menggiringnya ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan,” urainya.

Kepada awak media, Waliyan mengaku, kalau dirinya bukanlah pengedar. Melainkan hanya pengguna. Barang haram itu dipakainya untuk mengobati rasa “kangennya” akan narkoba.“Saya hanya pemakai, Mas,” akunya.

Kini, karena ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 112 jo pasal 114 UU RI Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya bisa sampai 20 tahun penjara. (one/mie)