Rampok Bawa Celurit Beraksi di Alfamart Basra, Gondol Rp 12 Juta

MAYANGAN, Radar BromoAksi perampokan terjadi di Alfamart Jl Basuki Rahmad, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Pelaku terbilang nekat. Sebab, perampokan dilakukan pukul 22.00, saat kondisi di sekitar Alfamart masih belum terlalu sepi.

Perampokan itu sendiri terjadi Senin (24/2). Saat itu Alfamart sedang persiapan tutup. Di dalam toko ada Habib, 26, warga Kaliamas, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dan Fitri, 22, warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Alfamart tersebut memang tidak buka 24 jam. Biasanya, pukul 22.00, toko sudah tutup. Sebelum pukul 22.00, persiapan tutup sudah dilakukan.

Saat persiapan tutup itulah, tiba-tiba dua lelaki masuk ke toko dengan membawa senjata tajam berupa celurit. Salah satu dari mereka menendang pintu dan masuk.

Mereka lantas merampok uang kas di gudang. Jumlahnya Rp 11,750 juta. Berhasil merampok uang, keduanya langsung kabur.

Namun, belum diketahui jelas bagaimana kronologi perampokan itu terjadi. Habib yang saat kejadian sedang bertugas di toko, kemarin (24/2) sedang diperiksa penyidik Polresta Probolinggo.

Sementara sejumlah karyawan Alfamart tidak bersedia memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Keterangan singkat hanya diberikan Adit, 28, rekan Habib yang juga karyawan Alfamart.

“Habib masih diperiksa oleh penyidik. Lebih lengkapnya langsung saja ke yang bersangkutan,” terang Adit, 28, rekan Habib saat ditemui di Mapolresta Probolinggo, Selasa siang.

Adit sendiri mengaku tidak tahu pasti kronologi perampokan itu. Sebab, saat itu dirinya tidak sedang bertugas di toko. Menurutnya, yang bertugas saat itu adalah Habib dan Fitri.

“Saya tidak tahu pasti. Karena tidak bertugas malam itu. Yang jelas, perampokan terjadi saat toko mau tutup. Perampok mengambil uang kas di gudang sekitar Rp 11,750 juta atau sekitar Rp 12 juta-an,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menerangkan, saat ini penyidik masih memeriksa kasus tersebut. Menurut Nanang, perampokan itu terjadi sekitar pukul 22.00.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan CCTV yang ada. Namun, guna kepentingan penyelidikan, CCTV-nya tidak bisa disebarkan,” terangnya.

Nanang melanjutkan, dalam rekaman CCTV itu yang tampak hanya dua orang. Namun, wajah mereka tidak dikenali.

Keduanya membawa celurit. Satu dari keduanya menggunakan masker dan jaket jumper atau jaket bertopi. Bagian topi dari jaket itu dipakai untuk menutupi kepalanya.

“CCTV-nya tidak jelas. Hanya dari rekamannya, tampak satu pelaku menendang dan masuk ke dalam. Selanjutnya keluar. Kami tidak tahu apakah ada pelaku lain di luar atau tidak. Sebab, yang tampak di rekaman hanya dua orang,” beber Nanang. (rpd/hn)