Pengakuan Pembunuh Nelayan asal Lekok: Emosi Diejek Maling Ayam

SIDOARJO, Radar Sidoarjo-Berakhir sudah pelarian Nito, 49, warga Dusun Krajan, RT 01/ RW 03, Desa Gelang Rakit, Kecamatan Sumberbaru, Jember dari kejaran polisi. Tersangka pembunuhan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo itu dibekuk anggota reskrim Polresta Sidoarjo.

Pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku selang enam jam usai mendapatkan informasi tersebut. Tersangka diketahui tinggal di sebuah indekos Desa Tambak Oso yang tidak jauh dari TKP mengaku, sebagai penebang tebu.

Nito diamankan sewaktu dalam perjalanan di wilayah Jatiroto, Lumajang. Ia berniat pulang ke Jember usai melakukan pembacokan hingga membuat Sak Dullah, 40 nelayan asal Dusun Krajan Tengah RT 3/ RW 4, Desa Sumedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, meregang nyawa.

Saat kasusnya dirilis di hadapan awak media, tersangka Nito yang sudah mengenakan baju tahanan warna oranye mengaku, ia sejatinya tak kenal dengan korban.

Ia yang mengaku sehari-hari juga kerja memotong tebu, nekat membunuh korban lantaran emosi. Ia tak terima diejek korban. “Emosi saya pak. Wong gak kenal. Kulo dibilang memiliki perawakan maling pitik. (Saya emosi pak. Saya tidak kenal. Saya dibilangi seperti pencuri ayam),” ujarnya kepada Kapolsek Waru, Kompol Saibani.

Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Anggi Siregar menambahkan, cek-cok antara pelaku dan korban sendiri disebutkan telah berlangsung lama. Hingga puncaknya, pada Minggu (23/2), Nito membacok korban sebanyak tiga kali di bagian berbeda. Yaitu, dada bagian kiri, punggung sebelah kanan, dan pantat.

“Setelah dibacok dua kali, korban tersungkur. Melihat korban masih hidup, Nito lakukan serangan ketiga,” bebernya.

Kapolsek Waru Kompol Saibani menambahkan, kasus tersebut murni karena tersangka menyimpan dendam. Selain itu, menurut keterangan tersangka, Nito tidak terkontaminasi minuman beralkohol sebelumnya. “Kejadian tersebut sempat dicegah oleh warga sekitar, namun tersangka mengancam,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya mengamkan barang bukti. Namun, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran senjata tajam (sajam) yang digunakan tersangka untuk menye rang Sakdullah. Tersangka me lang gar pasal 340 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP. “Dengan ancaman kurungan seumur hidup,” jelasnya. (hil/nis/JPG)