Dicekoki Pil-Miras, Siswi SMP Diperkosa hingga Hamil

PAJARAKAN, Radar Bromo – Karena percaya, KD, 15, mau saja saat diajak tetangga perempuannya ke sebuah lapangan di Kecamatan Pajarakan. Namun, di tempat ini dia malah diperkosa.

Peristiwa itu terjadi saat bulan puasa, tahun 2019. Saat itu, KD, warga Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, diajak tetangganya EV keluar rumah. Karena percaya, KD pun mau saja.

Namun, mereka tidak keluar bersama. EV yang sudah bersuami itu, menumpang sebuah pikap. Sedangkan KD digonceng oleh seorang lelaki, kenalan EV.

Mereka menuju ke sebuah lapangan di Kecamatan Pajarakan. Sampai di lapangan, KD diberikan dua buah butir pil koplo. EV memaksa KD menelan pil itu. Kemudian, KD juga diajak minum-minuman beralkohol. “Ceritanya begitu. Jadi, KD tidak tahu sama sekali apa yang terjadi. Di lapangan itu, ada tiga laki-laki dan EV,” Kata SH, paman korban.

KD saat itu terpaksa menuruti kemauan EV menelan pil dan ikut minum-minuman beralkohol. Bahkan, hingga mabuk. Sebab, EV mengancam akan meninggalkan KD, jika menolak. EV juga mengancam akan membiarkan KD pulang sendirian.

“KD sampai tidak sadarkan diri karena mengikuti kemauan tetangganya itu. Setelah tidak sadar, dia tidak tahu apa yang terjadi,” katanya.

KD baru siuman, subuh. Saat itu, dia mendapati dirinya sedang berada di sebuah rumah bersama EV dan tiga teman lelakinya. Saat siuman itu, KD merasa pusing dan ingin buang air kecil.

Dia pun ke kamar mandi. Saat itulah KD curiga. Sebab, saat buang air kecil ia merasa nyeri di kemaluannya. Karena itu, kemudian ia mengambil handphone yang sebelumnya disita EV.

“KD menelepon keluarga dan minta dijemput. Tetapi, ia tidak bercerita apa-apa terhadap keluarga. Mungkin ya takut dimarahi,” ungkapnya.

Keluarga baru curiga sekitar tiga bulan terakhir. Sejak tiga bulan lalu, KD tiba-tiba tidak mau sekolah. Padahal, ia sudah kelas 3 SMP. Saat ditanya kenapa, KD hanya menjawab malas.

Puncaknya Senin (20/1), ia sakit perut. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas Krejengan. Saat di Puskesmas Krejengan itulah diketahui, KD hendak melahirkan. Puskesmas lantas merujuk KD ke rumah sakit. Tentu saja Keluarga KD terkejut bukan kepalang.

“Keluarga tidak tahu kalau dia hamil. Soalnya perawakan anaknya gemuk. Jadi, tidak kelihatan hamil,” terangnya.

Saat itu juga, keluarga meminta korban untuk bercerita. Korban lantas bercerita tentang semua hal yang terjadi. “Setelah itu kami mencari EV. Ternyata dia sudah tidak ada di rumah. Dia sudah pergi meninggalkan suaminya. Mungkin karena takut,” katanya.

Karena itu, Kamis (23/1), keluarga melapor ke unit PPA Polres Probolinggo. Sebab, keluarga merasa dipermalukan dan dirugikan atas kejadian itu. “Sudah kami laporkan. Kami harap pelaku segera ditangkap,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso membenarkan laporan itu. Saat ini pihaknya sedang mendalami kasus itu. “Ya benar ada laporan. Ini kami masih mendalami,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan yang masuk, pelaku diduga satu orang. “Pelakunya satu. Tetapi, karena korban tidak sadar dan di lokasi ada beberapa orang, kami lakukan penyelidikan terlebih dulu,” ungkapnya. (sid/hn)