alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dilaporkan Menganiaya, 10 Anjal di Wiroborang Dicuk, Dihukum Ini

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN–Satpol PP Kota Probolinggo mengamankan 10 anak jalanan (anjal) yang tengah nongkrong di depan warung Jl. Raden Wijaya, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Pasalnya, Satpol PP mendapat laporan jika anjal tersebut menganiaya warga, Kamis (24/1).

Seluruh anjal itu kemudian dibawa ke Mako Satpol PP di Jl. Panglima Sudirman sekitar pukul 06.30. Guna memberikan efek jera, mereka lantas dibina oleh aparat penegak perda tersebut. Mulai dari push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menggunduli anjal laki-laki.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, ia menerima laporan jika ada anjal yang bersitegang dengan warga. “Kami menerima laporan jika ada anjal yang melakukan pemukulan, makanya kami datangi lokasi. Namun, di lokasi sudah sepi,” terangnya meski tak menyebutkan warga mana yang dipukul.

Selanjutnya, anggota melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang sering digunakan tempat nongkrong oleh anjal-anjal tersebut. Tak jauh dari lokasi yang diduga menjadi tempat pemukulan warga, terlihat sekitar 10 anjal yang sedang tidur pulas. Anggota Satpol PP kemudian menggiring mereka ke Mako.

Hasilnya, 2 di antara 10 anjal itu adalah perempuan. Mereka berasal dari sejumlah daerah. Mulai Probolinggo, Pasuruan, Bangil,  Sidoarjo, Bali, dan Cirebon.

Petugas kemudian meminta keterangan mereka, terutama terkait laporan pemukulan. Kepada petugas, mereka membantah telah menganiaya warga. “Mereka ngakunya tidak tahu. Mungkin bukan kelompok dari mereka. Tapi, kami tidak percaya begitu saja,” kata pria yang akrab disapa Agus itu.

Usai dilakukan pembinaan, seluruh anjal ini lantas diserahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga mereka bisa dipulangkan. Selain itu, juga kami beri mereka makan. Mengingat, mereka masih belum makan,” ujar mantan Kepala Disbudpar itu.

Riska, 19, salah satu anjal perempuan asal Sidoarjo mengaku bahwa teman-temannya tidak ada yang kisruh dengan warga. Mereka hanya singgah di Probolinggo untuk istirahat setelah lelah dalam perjalanan dari Bali. Rencananya, mereka hendak ke Cirebon.

“Mungkin kelompok lainnya. Kalau kami tidak ada yang sampai bertengkar dengan warga, apalagi melakukan pemukulan,” terang perempuan yang mengaku sejak kecil sudah hidup di jalan karena tidak dirawat orang tuanya itu. (rpd/rf)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN–Satpol PP Kota Probolinggo mengamankan 10 anak jalanan (anjal) yang tengah nongkrong di depan warung Jl. Raden Wijaya, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Pasalnya, Satpol PP mendapat laporan jika anjal tersebut menganiaya warga, Kamis (24/1).

Seluruh anjal itu kemudian dibawa ke Mako Satpol PP di Jl. Panglima Sudirman sekitar pukul 06.30. Guna memberikan efek jera, mereka lantas dibina oleh aparat penegak perda tersebut. Mulai dari push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menggunduli anjal laki-laki.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, ia menerima laporan jika ada anjal yang bersitegang dengan warga. “Kami menerima laporan jika ada anjal yang melakukan pemukulan, makanya kami datangi lokasi. Namun, di lokasi sudah sepi,” terangnya meski tak menyebutkan warga mana yang dipukul.

Mobile_AP_Half Page

Selanjutnya, anggota melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang sering digunakan tempat nongkrong oleh anjal-anjal tersebut. Tak jauh dari lokasi yang diduga menjadi tempat pemukulan warga, terlihat sekitar 10 anjal yang sedang tidur pulas. Anggota Satpol PP kemudian menggiring mereka ke Mako.

Hasilnya, 2 di antara 10 anjal itu adalah perempuan. Mereka berasal dari sejumlah daerah. Mulai Probolinggo, Pasuruan, Bangil,  Sidoarjo, Bali, dan Cirebon.

Petugas kemudian meminta keterangan mereka, terutama terkait laporan pemukulan. Kepada petugas, mereka membantah telah menganiaya warga. “Mereka ngakunya tidak tahu. Mungkin bukan kelompok dari mereka. Tapi, kami tidak percaya begitu saja,” kata pria yang akrab disapa Agus itu.

Usai dilakukan pembinaan, seluruh anjal ini lantas diserahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga mereka bisa dipulangkan. Selain itu, juga kami beri mereka makan. Mengingat, mereka masih belum makan,” ujar mantan Kepala Disbudpar itu.

Riska, 19, salah satu anjal perempuan asal Sidoarjo mengaku bahwa teman-temannya tidak ada yang kisruh dengan warga. Mereka hanya singgah di Probolinggo untuk istirahat setelah lelah dalam perjalanan dari Bali. Rencananya, mereka hendak ke Cirebon.

“Mungkin kelompok lainnya. Kalau kami tidak ada yang sampai bertengkar dengan warga, apalagi melakukan pemukulan,” terang perempuan yang mengaku sejak kecil sudah hidup di jalan karena tidak dirawat orang tuanya itu. (rpd/rf)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2