alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Polisi Baru Klarifikasi Pengadu Dugaan Penghinaan Ulama

PASURUAN, Radar Bromo – Polisi terus mengusut dugaan penghinaan ulama yang diadukan sejumlah pihak beberapa waktu lalu. Sejauh ini, polisi masih melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait dugaan kasus itu.

Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto mengatakan, pihaknya perlu melakukan klarifikasi lebih dulu. Hal itu dilakukan guna mendapatkan informasi yang lebih mendalam sebelum berlanjut ke penyelidikan.

“Sekarang masih kami dalami informasi-informasi awal. Klarifikasi perlu dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait kasus ini,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Hanya saja, sampai saat ini baru pihak pengadu yang diklarifikasi. Pihaknya memanggil beberapa orang selaku pengadu.

Selanjutnya, polisi juga akan memanggil teradu untuk ikut diklarifikasi. Dalam hal ini, teradu ialah pemilik akun facebook Husein Balavi. “Klarifikasi kepada pihak pengadu dan teradu dulu untuk menghimpun keterangan yang lengkap,” katanya.

Setelah klarifikasi itu dilakukan, baru kemudian polisi melakukan gelar perkara. Sehingga bisa diputuskan bagaimana kelanjutan dari aduan itu. Termasuk menentukan adanya unsur pidana di dalamnya.

“Jadi setelah klarifikasi, nanti kami gelar perkara dulu. Tujuannya untuk menentukan adakah unsur-unsur pidana. Kalau ada, pengadu kami arahkan membuat laporan polisi. Kalau tidak ada unsur pidananya, maka tidak bisa ditindaklanjuti,” terang Endy.

Diberitakan sebelumnya, akun facebook dengan nama Husein Balavi dipolisikan. Pemilik akun tersebut dinilai telah menghina dan melecehkan ulama. Pada Minggu (8/11) lalu, akun tersebut mengunggah status yang berbunyi “Singpercoyo neng golongane Gos iku paleng sering mangan peloran kok dak mangan pacol po’o mesisan”.

Dari unggahan status itu, beberapa pemilik akun lain berkomentar. Salah satunya akun dengan nama M Ismail. Setelah itu, Husein Balavi berbalik memberi tanggapan yang juga dinilai menghina ulama.

Akun Husein Balavi itu kemudian diadukan sebagai tindak pidana atas pelanggaran pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 310 dan pasal 311 KUHP. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU