alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Tuesday, 24 November 2020

Minta Duit dari Penjualan Tanah, Kades Jabung Candi Paiton Ditahan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Ahmad Haris, kepala Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh Polres Probolinggo. Setelah diperiksa, dia langsung ditahan, Rabu (23/10).

Sebelum ditahan, Haris panggilannya, dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Dia tiba di mapolres sekitar pukul 12.37. Tidak sendiri, Haris didampingi keluarga dan pengacaranya, Bambang W.

Haris lantas masuk ke ruangan unit tipikor dengan pengacaranya. Sedangkan keluarganya menunggu di depan ruangan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pemanggilan Haris dilakukan karena kasus dugaan korupsi. Ia diduga meminta sejumlah uang hasil penjualan tanah milik Duralim, perangkat desanya.

“Haris meminta uang dari hasil penjualan tanah salah seorang perangkat desanya (Duralim, Red.),” katanya saat dikofirmasi di sela-sela pemeriksaan terhadap Haris.

Riski menjelaskan, peristiwa itu terjadi tanggal 28 Oktober 2018. Sebelumnya, korban Duralim memberitahu tersangka bahwa dirinya hendak menjual tanah miliknya.

Korban lantas menanyakan biaya untuk mengurus jual-beli tanah tersebut. Tersangka menegaskan, tidak ada biaya untuk mengurus jual-beli tanah.

“Korban kemudian menjual tanahnya seharga Rp 480 juta. Setelah tanah terjual, Haris meminta uang untuk jual-beli tanah tersebut. Jumlahnya sekitar Rp 120 juta,” ungkap Riski.

Karena itulah, kemudian korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolres pada 27 Juni 2019. “Korban merasa diperas. Sehingga kemudian membuat laporan kepada kami. Dan kami sampai detik ini belum mengetahui motif Haris meminta uang. Masih kami dalami,” ungkapnya.

Polres sendiri menurutnya, tidak langsung menetapkan Haris sebagai tersangka. Pihaknya melayangkan surat pemanggilan pertama terhadap Haris. Namun, yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan itu.

Kemudian, pihaknya membuat surat panggilan kedua. Dan lagi-lagi Haris mangkir. Karena itu, kemudian pihaknya menetapkan Haris sebagai tersangka.

“Kami melayangkan panggilan hingga dua kali. Tetapi yang bersangkutan mangkir. Karena itu, kurang lebih satu mingguan lalu kami terbitkan surat penetapan tersangka,” jelasnya.

Kades yang masih aktif itu dijerat dengan pasal 12 poin E UU Nomor 20/2001 tentang Tipikor. Dalam pasal 12 poin E dijelaskan, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Ancaman hukumannya 4 tahun penjara sampai 20 tahun penjara. Dengan denda sekitar Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar,” ungkap Riski.

Riski menegaskan, pihaknya akan menahan tersangka, jika bukti dan berkas sudah lengkap. “Lihat nanti dulu. Kalau sudah lengkap semua, tersangka akan kami langsung tahan,” tandasnya.

Sementara itu, pengacara tersangka Bambang W belum bisa memberikan banyak keterangan. Saat dikonfirmasi, Bambang menegaskan, kliennya ditahan oleh penyidik Polres Probolinggo. Bambang ditahan setelah diperiksa mulai siang.

Saat ditanya kasus yang menjerat kliennya, Bambang menyebut, berkaitan dengan penyalahgunaan jabatan. “Kalau di BAP-nya tadi masuk penyalahgunaan jabatan,” tuturnya singkat.

(sid/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia  

Rencananya jenazah Cak Mukadi akan dimakamkan di TPU setempat, Selasa (24/11)

Masuk Tengah Kota, Truk Terguling di Depan Yon Zipur Probolinggo

Truk terjatuh di jalur terlarang untuk dilewati kendaraan besar seperti truk.

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Harus Adaptasi dengan Digitalisasi

Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi

Tak Berizin, Satpol PP Turunkan Baliho Habib Rizieq di Bangil

Ada 3 baliho Habib Rizieq yang diturunkan di Bangil. Sementara di Pasrepan diturunkan sendiri oleh pemasang.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar-Pos Sekuriti di Sumbersuko Gempol  

Sopir truk selamat usai melompat sesaat sebelum terjadi tabrakan.