Jambret Guide Wisata Bromo di Gondangwetan, Lelaki asal Rejoso Dimassa

GONDANGWETAN – Dunia pariwisata di Pasuruan kembali tercemar. Ini lantaran ulah warga yang menjambret guide wisata yang akan menuju Bromo.

Untungnya jambret berhasil dihentikan oleh warga sekitar. Kendati sempat dimassa namun, pelaku akhirnya diamankan ke Polsek Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan.

Kejadian sendiri terjadi pada pukul 09.00 di depan toko Indomaret, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan Rabu (24/10). Saat itu korban, Anis Rifky, 30, warga Baledono, Kecamatan Tosari sedang membawa wisatawan menuju ke arah Bromo. Untuk persiapan membeli camilan, rombonganpun berhenti di Indomaret.

Saat Anis berada di tepi jalan raya menuju mobil rombongan, Anis yang saat itu hanya membawa dompet berwarna abu-abu rupanya menarik perhatian Hakim, 28, warga Sambirejo, Kecamatan Rejoso. Hakim mengaku saat lewat mendapatkan bisikan untuk mengambil dompet yang dibawa di tangan kiri korban.

“Waktu itu sebenarnya saya mau ke Pasar Ranggeh mau lihat burung, pas lewat tertarik melihat dompet tersebut. Kalap saya rebut dompetnya,” cerita pelaku.

Sempat terjadi tarik-menarik korban dan pelaku. Hakimpun akhirnya berhasil merebut dompet korban. Anis yang terjambret akhirnya teriak-teriak maling-maling.

Kebetulan lokasi sekitar memang cukup banyak pengendara. Akhirnya dikejar dan sempat dihadang oleh warga sekitar. Korbanpun jatuh dari sepeda motor tak jauh dari lokasi kejadian.

Gemas dengan ulah pelaku, wargapun sempat memukuli korban. Untunglah Polsek Keboncandi segera tiba di TKP sehingga korban tidak sampai babak belur dan diamankan ke Polsek setempat.

Dari keterangan pelaku, korban sehari-hari bekerja sebagai tukang mebel. “Ya karena butuh uang, apalagi saat ini banyak buwuhan sehingga banyak hutang juga,” ujar pelaku.

AKP Suprihatin, Kapolsek Keboncandi selain mengamankan pelaku, barang bukti berupa sepeda motor beat nopol N 4764 WJ sebagai sarana menjambret dan juga dombet dari uang tunai Rp 1 juta di dalam dombet juga diamankan.

“Pelaku tetap disidik lanjut dan dikenakan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (eka/fun)