alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Diduga Depresi, Ibu di Tlogosari Tiris Gantung Diri  

TIRIS, Radar Bromo- Warga Dusun Buntoh, Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Mani, 42, nekat mengakhiri hidupnya. Jumat (24/9), ia ditemukan gantung diri di dapur rumahnya.

Pagi, sekitar pukul 07.00, korban masih sempat diajak ke kebun oleh suaminya, Newi, 48. Namun, saat itu korban menolak. Karenanya, Newi berangkat seorang diri ke kebun. Meninggalkan Mani sendirian di rumah.

“Biasanya korban (Mani) berangkat bersama suaminya merabas kebun. Tapi, ajakan tersebut saat itu tidak diiyakan korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tiris Bripka Ali Yunus.

Karena korban di rumah sendirian, anaknya khawatir. Sang anak pun menyambanginya. Rumahnya berdekatan. Sang anak berusaha menemui ibunya. Namun, dicari mulai ruang tamu hingga belakang rumah, tak ditemukan.

Ia pun mengecek korban di dapurnya. Kaget. Ternyata sang ibu telah tak bernyawa. Ditemukan menggantung dengan tambang di salah satu kayu usuk dapur.

Mengetahui kejadian itu, anak korban berlari. Meminta tolong bibinya, Rukyah. Rumahnya bersebelahan. Rukyah pun mengeceknya. Setelah dipastikan korban kendat, mereka kompak berteriak meminta tolong kepada warga.

“Teriakan itu didengar tetangga korban. Karena bingung, keluarga menurunkan korban dan menaruh di tempat tidur,” jelas Ali.

Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Tiris. Kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga mendatangkan tenaga kesehatan untuk memeriksa jenazah korban.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya terdapat bekas jeratan di lehernya. “Untuk memastikan penyebab kematian, tenaga kesehatan melakukan pengecekan. Rupanya memang meninggal karena gantung diri,” ujarnya.

Setelah meminta keterangan beberapa saksi, baik dari pihak keluarga dan tetangga, korban diketahui mengalami depresi. “Beberapa hari sebelum meninggal, tampak linglung,” ujarnya.

Pihak keluarga menolak saat polisi hendak mengotopsi jenazah korban. Mereka menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Pihak keluarga pun menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut atas kejadian ini.

“Diduga korban bunuh diri. Keluarga menolak dilakukan otopsi. Korban pun segera dimakamkan,” jelas Ali. (ar/rud)

 

TIRIS, Radar Bromo- Warga Dusun Buntoh, Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Mani, 42, nekat mengakhiri hidupnya. Jumat (24/9), ia ditemukan gantung diri di dapur rumahnya.

Pagi, sekitar pukul 07.00, korban masih sempat diajak ke kebun oleh suaminya, Newi, 48. Namun, saat itu korban menolak. Karenanya, Newi berangkat seorang diri ke kebun. Meninggalkan Mani sendirian di rumah.

“Biasanya korban (Mani) berangkat bersama suaminya merabas kebun. Tapi, ajakan tersebut saat itu tidak diiyakan korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tiris Bripka Ali Yunus.

Karena korban di rumah sendirian, anaknya khawatir. Sang anak pun menyambanginya. Rumahnya berdekatan. Sang anak berusaha menemui ibunya. Namun, dicari mulai ruang tamu hingga belakang rumah, tak ditemukan.

Ia pun mengecek korban di dapurnya. Kaget. Ternyata sang ibu telah tak bernyawa. Ditemukan menggantung dengan tambang di salah satu kayu usuk dapur.

Mengetahui kejadian itu, anak korban berlari. Meminta tolong bibinya, Rukyah. Rumahnya bersebelahan. Rukyah pun mengeceknya. Setelah dipastikan korban kendat, mereka kompak berteriak meminta tolong kepada warga.

“Teriakan itu didengar tetangga korban. Karena bingung, keluarga menurunkan korban dan menaruh di tempat tidur,” jelas Ali.

Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Tiris. Kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga mendatangkan tenaga kesehatan untuk memeriksa jenazah korban.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya terdapat bekas jeratan di lehernya. “Untuk memastikan penyebab kematian, tenaga kesehatan melakukan pengecekan. Rupanya memang meninggal karena gantung diri,” ujarnya.

Setelah meminta keterangan beberapa saksi, baik dari pihak keluarga dan tetangga, korban diketahui mengalami depresi. “Beberapa hari sebelum meninggal, tampak linglung,” ujarnya.

Pihak keluarga menolak saat polisi hendak mengotopsi jenazah korban. Mereka menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Pihak keluarga pun menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut atas kejadian ini.

“Diduga korban bunuh diri. Keluarga menolak dilakukan otopsi. Korban pun segera dimakamkan,” jelas Ali. (ar/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU