Reaktif, Satu Tersangka Pembunuhan di Hutan Prigen Diisolasi

PASUTRI: Tersangka KB atau Kholis Biqi dan SKK atau Siti Khusnul Khotimah saat dilihatkan ke awak media. Sementara tersangka Muslik atau Codet diisolasi karena reaktif saat dilakukan rapid tes. (M Mahrus/Radar Surabaya)

Related Post

SURABAYA, Radar Bromo – Muslik alias Codet, 34, salah satu tersangka kasus pembunuhan terhadap Arif Krisyanto, 28, harus menjalani isolasi mandiri di Rutan Mapolda Jatim. Sebab, tersangka diketahui reaktif setelah menjalani rapid test.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, semua tahanan yang masuk ke Rutan Polda Jatim wajib mengikuti rapid test sesuai protokol kesehatan. Muslik pun mengikuti rapid test saat pertama masuk Rutan Polda Jatim. Hasil tes menyebutkan, dia reaktif. Karena itu, Muslik pun diisolasi mandiri.

Perwira menengah kelahiran Malang ini menambahkan, isolasi dilakukan di rutan paling bawah selama 14 hari. “Kemudian juga dilakukan treatment penanganan oleh Biddokes Polda Jatim atau Rumah Sakit Bhayangkara,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Kompol Oki Ahadian mengungkapkan, kasus pembunuhan Arif Krisyanto sudah final. “Tersangkanya ada tiga. Tidak ada tambahan lagi,” sebutnya.

Menurutnya, kedua tersangka yaitu KB atau Kholis Biqi dan SKK atau Siti Khusnul Khotimah sebelum ditangkap sempat berpindah-pindah tempat selama tiga hari. Kemudian, mereka bersembunyi di rumah guru spiritualnya di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. “Ya, sembunyinya di Banyuwangi. Kalau kabur ke Bali, nggak,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan penemuan mayat Arif Krisyanto di hutan Desa Sukoreno. Arif dikira tewas karena dibegal.

Namun setelah diselidiki, pria 28 tahun itu tewas dibunuh karena masalah asmara. Tiga tersangka ditangkap. Mereka adalah KB atau Kholis Biqi, SKK atau Siti Khusnul Khotimah, dan Muslik alias Codet. Ketiganya warga Dusun Klabangan, Kepulungan, Gempol, Pasuruan. (rus/hn/JPG)