alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Residivis Pembobol SDN Ngabar Dibekuk, 1 Masih Buron

WONOREJO, Radar Bromo – Aksi pencurian yang terjadi di SDN Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, akhirnya terbongkar. Seorang pelakunya kini sudah diamankan tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, Minggu (22/9).

Pelakunya diketahui bernama M Efendi, 29 alias Pepenk. Pemuda asal Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, itu ditangkap saat berada di rumah temannya. Yakni, di Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sebuah monitor hasil curian. Serta sebuah linggis yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Efendi ditangkap setelah diselidiki sekitar sebulan terakhir. “Tersangka melakukannya (aksi pencurian) dengan memanjat pagar belakang dan langsung masuk ke ruang guru melalui jendela dengan mencongkelnya pakai linggis,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Menurut Slamet, barang-barang yang dicuri pelaku itu dibawa kabur setelah dibungkus dengan tiga helai taplak meja yang diambil di ruang guru. Dari hasil pengembangan, pelaku tak seorang diri saat melancarkan aksinya.

Melainkan bersama seorang pelaku lain. “Ada pelaku lain yang kini masih DPO. Ia yang mengantar sekaligus memantau situasi saat tersangka beraksi,” ujar Slamet.

Di sisi lain, tersangka Efendi juga mengaku pernah beraksi di tempat lain. Di antaranya menjarah sebuah konter ponsel di Desa Ngabar. Lalu rumah makan di Desa Wonorejo. “Terakhir dia menjambret ponsel di wilayah Tembokrejo Kota Pasuruan,” bebernya.

Kapolsek Kraton AKP Masroni mengungkapkan, Efendi pernah ditahan atas kasus serupa. “Dia memang residivis kambuhan. Kami pernah menangkapnya pada 2017 lalu. Tapi setelah bebas, ia kembali melakukan aksi di SDN Ngabar,” terangnya.

Kepada polisi, Pepenk mengaku menjual barang curian di sekolah senilai Rp 1,5 juta. Pelaku S yang kini masih buron, mendapat komisi Rp 400 ribu. (tom/riz/mie)

WONOREJO, Radar Bromo – Aksi pencurian yang terjadi di SDN Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, akhirnya terbongkar. Seorang pelakunya kini sudah diamankan tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, Minggu (22/9).

Pelakunya diketahui bernama M Efendi, 29 alias Pepenk. Pemuda asal Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, itu ditangkap saat berada di rumah temannya. Yakni, di Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sebuah monitor hasil curian. Serta sebuah linggis yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Efendi ditangkap setelah diselidiki sekitar sebulan terakhir. “Tersangka melakukannya (aksi pencurian) dengan memanjat pagar belakang dan langsung masuk ke ruang guru melalui jendela dengan mencongkelnya pakai linggis,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Menurut Slamet, barang-barang yang dicuri pelaku itu dibawa kabur setelah dibungkus dengan tiga helai taplak meja yang diambil di ruang guru. Dari hasil pengembangan, pelaku tak seorang diri saat melancarkan aksinya.

Melainkan bersama seorang pelaku lain. “Ada pelaku lain yang kini masih DPO. Ia yang mengantar sekaligus memantau situasi saat tersangka beraksi,” ujar Slamet.

Di sisi lain, tersangka Efendi juga mengaku pernah beraksi di tempat lain. Di antaranya menjarah sebuah konter ponsel di Desa Ngabar. Lalu rumah makan di Desa Wonorejo. “Terakhir dia menjambret ponsel di wilayah Tembokrejo Kota Pasuruan,” bebernya.

Kapolsek Kraton AKP Masroni mengungkapkan, Efendi pernah ditahan atas kasus serupa. “Dia memang residivis kambuhan. Kami pernah menangkapnya pada 2017 lalu. Tapi setelah bebas, ia kembali melakukan aksi di SDN Ngabar,” terangnya.

Kepada polisi, Pepenk mengaku menjual barang curian di sekolah senilai Rp 1,5 juta. Pelaku S yang kini masih buron, mendapat komisi Rp 400 ribu. (tom/riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/